ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Sejak diberlakukannya aturan pembatasan media sosial bagi anak, muncul kekhawatiran baru terkait celah yang masih bisa dimanfaatkan. Tanpa pengawasan orang tua, anak dinilai tetap berpotensi mengakses platform digital dengan berbagai cara
Sebelumnya, Pemerintah pada tanggal 28 Maret 2026 mulai menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Kebijakan ini bertujuan melindungi anak dari konten berbahaya, namun dinilai masih memiliki tantangan dalam implementasinya.
Hal ini disampaikan oleh Pemerhati Psikologi Komunikasi Anak & Keluarga, Almadina Rakhmaniar. Menurutnya, anak yang tidak mendapatkan arahan dan komunikasi yang baik dari keluarga berpotensi mencari alternatif sendiri untuk memenuhi rasa ingin tahunya, termasuk dengan cara-cara yang tidak tepat.
ADVERTISEMENT
“Dampak terbesarnya, anak akan mencari-cari. Mereka akan mencari kegiatan lain, dan kalau tidak diarahkan bisa mengarah ke hal-hal negatif atau di luar kebiasaan anak-anak,” ujar Almadina.
Ia menambahkan, di era digital saat ini, anak-anak semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi, termasuk dalam menyiasati aturan pembatasan usia di media sosial.
“Anak sekarang sudah lebih canggih. Mereka bisa saja menggunakan akun orang dewasa, bahkan mengubah tanggal lahir supaya terlihat lebih dewasa agar tetap bisa mengakses media sosial,” jelasnya.
Kondisi ini, lanjutnya, justru menimbulkan kekhawatiran baru karena anak tetap dapat mengakses konten tanpa pengawasan yang memadai.
“Ini yang mengkhawatirkan. Mereka tetap bisa mengakses, tapi tanpa kontrol. Jadi kuncinya bukan hanya di pembatasan, melainkan pada pendampingan,” tegasnya.
Almadina menekankan bahwa peran orang tua dan guru sangat penting dalam memberikan edukasi serta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Tanpa hal tersebut, kebijakan pembatasan dikhawatirkan tidak berjalan optimal.
“Kuncinya ada di pendamping, baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah. Kalau tidak ada edukasi dan komunikasi yang baik, anak justru akan mencari celah sendiri,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






