ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Tim kuasa hukum Hotman Paris turut memberikan pendampingan terhadap korban dugaan penyekapan dan kekerasan yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses pemulihan korban berjalan optimal sekaligus mengawal proses hukum yang sedang berlangsung.
Tim Hotman Paris, Raden Reza Pramadia, mengatakan pihaknya sempat melakukan video call bersama Hotman Paris dan korban secara langsung. Dalam percakapan singkat itu, Hotman disebut memberikan dukungan moral dan semangat untuk kesembuhan korban.
ADVERTISEMENT
“Tadi kita sempat video call dengan Bang Hotman Paris dan korban. Korban juga sangat mengenal beliau. Percakapannya lebih kepada memberikan semangat untuk sembuh,” Ujar Reza Senin (22/6/2026)
Ia menambahkan, Hotman Paris juga menyampaikan harapan agar setelah pulih, korban dapat kembali beraktivitas dan bertemu langsung.
“Obrolannya singkat, hanya menyemangati dan mendoakan kesembuhan, serta nanti setelah sembuh bisa bertemu,” katanya.
Kondisi Korban Mulai Membaik
Reza menyebut berdasarkan keterangan dokter, kondisi korban saat ini sudah menunjukkan perbaikan signifikan. Namun, pihaknya tetap membatasi interaksi agar proses pemulihan tidak terganggu.
“Kalau dari dokter sudah sangat membaik, alhamdulillah. Tapi tetap tidak bisa terlalu lama dijenguk karena harus istirahat,” ujarnya.
Komitmen Pendampingan Hukum
Tim Hotman Paris menegaskan akan terus mendampingi korban hingga proses pemulihan selesai dan pelaku berhasil ditangkap serta diproses hukum.
“Kami akan terus mendampingi sampai korban sembuh dan pelaku tertangkap,” kata Reza.
Ia juga menegaskan harapan agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai perbuatannya.
“Harapannya pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya yang sangat sadis,” ujarnya.
Reza menambahkan, tidak ada pembahasan mengenai adanya teror atau intervensi dalam kunjungan tersebut karena interaksi berlangsung singkat dan fokus pada dukungan moral.
“Tidak ada pembahasan seperti itu, hanya percakapan ringan untuk menyemangati korban,” katanya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






