ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di Jalan Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (17/3/2026) sore. Seorang petugas Linmas berinisial D (42) mengalami luka bacok di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, pelaku berinisial A diduga nekat melakukan penganiayaan karena menyimpan dendam terhadap korban.
Menurut Hendi, motif kejadian berawal dari permintaan uang oleh pelaku kepada korban beberapa hari sebelumnya. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi karena korban mengaku tidak memiliki uang.
ADVERTISEMENT
Malam Takbiran, Pemkot Bandung Batasi Operasional PKL hingga Pukul 22.00 WIB
“Pelaku diduga kesal karena sebelumnya sempat meminta uang kepada korban, namun tidak diberikan,” ujar Hendi saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, saat kejadian korban tengah menjalankan tugas membantu menyeberangkan warga sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi. Tiba-tiba, pelaku datang dan menghampiri korban.
Pelaku sempat mendorong korban dan melarangnya berada di lokasi tersebut. Meski korban telah menjelaskan bahwa dirinya sedang membantu warga menyeberang, pelaku tetap emosi.
“Pelaku kemudian memukul korban, lalu mengeluarkan golok dan menebaskannya ke arah korban,” katanya.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan punggung. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hendi menambahkan, lokasi kejadian yang tidak jauh dari Markas Komando Brimob Polda Jawa Barat membuat situasi cepat terkendali. Anggota Brimob yang berada di sekitar lokasi segera mengamankan pelaku guna menghindari amukan massa.
Selanjutnya, anggota Polsek Jatinangor yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara dan membawa pelaku ke Polres Sumedang untuk proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku saat ini sudah diamankan dan kasusnya ditangani oleh Polres Sumedang,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






