ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Permintaan camilan kering seperti keripik, kacang, hingga kue kering meningkat tajam menjelang Hari Raya Idulfitri. Lonjakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang, bahkan mencapai hingga 50 persen pada hari-hari terakhir Ramadan.
Salah satunya dirasakan Dean (24), penjaga toko camilan di Jalan A.H. Nasution, Kota Bandung. Ia mengungkapkan, peningkatan transaksi mulai terasa sejak memasuki 10 hari terakhir Ramadan.
“Omzet naik sekitar 50 persen, mulai ramai itu sejak 10 hari terakhir,” ujar Dean saat ditemui, Kamis (19/3/2026).
ADVERTISEMENT
Dishub Bandung Siagakan Petugas di 36 Titik Antisipasi Kemacetan Libur Lebaran 2026
Dean menyebutkan, omzet harian tokonya selama periode tersebut bervariasi. Namun, pada puncaknya, penjualan bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta per hari. Ia memperkirakan tren peningkatan ini akan terus berlangsung hingga malam takbiran.
Beragam jenis camilan tersedia di tokonya, mulai dari keripik, kue kering, hingga aneka makanan ringan yang dikemas dalam plastik dan ditata rapi di etalase maupun rak.
Dari sejumlah produk yang dijual, wafer gulung atau astor menjadi salah satu yang paling diminati selama Ramadan. Selain itu, produk lain seperti pilus, sus cokelat, basreng, sale, telur gabus, camilan berbahan kentang, serta kacang-kacangan juga banyak diburu pembeli.
“Yang paling laku itu astor. Selain itu ada pilus, sus cokelat, basreng, sale, telur gabus, sama camilan kentang dan kacang-kacangan,” katanya.
Mayoritas pembeli, lanjut Dean, berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang mempersiapkan hidangan untuk menjamu tamu saat Lebaran. Selain itu, lokasi toko yang berada di sekitar kawasan kampus juga turut menarik konsumen dari kalangan mahasiswa.
Dean menambahkan, selain pembelian langsung di toko, pelanggan juga kerap melakukan pemesanan terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan barang.
“Biasanya mereka pesan dulu, nanti kami siapkan. Pas datang tinggal ambil,” ujarnya.
Meski mencatatkan kenaikan omzet, Dean mengaku penjualan pada Ramadan tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menduga berkurangnya jumlah mahasiswa serta menurunnya daya beli warga sekitar menjadi faktor penyebab.
“Tahun lalu mahasiswa masih banyak yang aktif, sekarang agak berkurang. Pembeli dari sekitar juga terasa menurun,” ungkapnya.
Saat ini, usaha camilan tersebut telah memiliki sekitar 24 cabang yang tersebar di Kota Bandung. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap camilan, baik tradisional maupun modern, tetap tinggi, terutama dalam momentum menjelang Idulfitri.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






