KORANMANDALA.COM – Anggapan bahwa konsumsi monosodium glutamat (MSG) atau micin dapat membuat seseorang menjadi bodoh kembali dibantah. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menegaskan mitos tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.
Melalui video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, dr. Tirta menjelaskan bahwa MSG tidak memberikan dampak langsung terhadap fungsi otak. Menurutnya, risiko utama dari konsumsi MSG secara berlebihan justru berkaitan dengan meningkatnya tekanan darah atau hipertensi.
”Sebelum nyampe ke otak, orangnya udah hipertensi dulu. Konsumsi MSG atau monosodium glutamat terlalu berlebihan itu efeknya sama kayak garam, karena sifatnya menarik air,” ujar dr. Tirta dikutip Minggu (2/8/2026)
Ia menjelaskan, MSG mengandung natrium yang memiliki sifat serupa dengan garam. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kandungan tersebut dapat meningkatkan faktor risiko hipertensi karena menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan.
”Jadi, konsumsi MSG berlebihan itu akan membuat kalian cenderung mengalami faktor risiko utama menjadi tekanan darah tinggi, walau itu slight atau mild,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Tirta menilai anggapan bahwa MSG dapat menurunkan kecerdasan hingga membuat seseorang menjadi “bodoh” merupakan kesimpulan yang terlalu jauh dari bukti ilmiah. Menurutnya, seseorang harus mengonsumsi MSG dalam jumlah yang sangat besar untuk menimbulkan dampak langsung terhadap otak.
”Jadi ya, buat Kawan-kawan semua ya, sebenarnya terlalu banyak MSG terus membuat goblok tuh jauh banget hubungannya dan harus dalam jumlah yang sangat besar,” ucapnya.
Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat agar membatasi konsumsi MSG dalam makanan sehari-hari. Pembatasan tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko hipertensi akibat tingginya asupan natrium, bukan karena kekhawatiran terhadap penurunan fungsi otak.
”Jadi, teman-teman, MSG itu konsumsinya harus dibatasi per hari, karena akan risiko menyebabkan gangguan hipertensi. Udah, itu aja, dan MSG itu kan sebenarnya penguat rasa. Rasa manis jadi sangat manis, rasa gurih jadi sangat gurih,” tuturnya.
Ia menambahkan, fungsi utama MSG hanyalah sebagai penguat rasa pada makanan. Karena itu, penggunaannya disarankan secukupnya agar cita rasa makanan tetap terjaga tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan di kemudian hari.

dr. Tirta Membahas Fakta dan Mitos tentang kesehatan
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.