ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Komitmen Telkom Indonesia dalam mempercepat transformasi digital berbasis dampak sosial kembali diperkuat melalui ajang Anugerah Innovillage 2025 yang digelar di Auditorium Gedung Damar, Telkom University, Rabu (20/5/2026).
Bukan lagi sekadar kompetisi inovasi mahasiswa, program ini kini diarahkan menjadi inkubator solusi digital yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui Innovillage, Telkom Indonesia berupaya menangkap ide-ide kreatif generasi muda untuk diterjemahkan menjadi inovasi yang aplikatif, sederhana, dan mampu menjawab persoalan keseharian warga. Mulai dari isu pangan, kebutuhan kelompok disabilitas, hingga pemanfaatan teknologi digital di tingkat akar rumput menjadi fokus utama pengembangan.
ADVERTISEMENT
Waspada Virus Hanta, Dinkes Kota Bandung Minta Warga Tak Panik: Penularan Utamanya dari Tikus
VP IT Digital Governance & Quality Telkom Indonesia, Dr. Riza A. N. Rukmana, mengatakan Innovillage merupakan bagian dari strategi jangka panjang Telkom dalam memperluas ekosistem layanan digital. Menurutnya, perusahaan kini tengah bergerak dari bisnis berbasis konektivitas menuju penyedia layanan digital yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Karena itu, berbagai gagasan yang lahir dari mahasiswa dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi solusi digital masa depan.
“Inovasi yang dicari sebenarnya bukan yang rumit, tetapi yang sederhana dan bisa langsung digunakan masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan sehari-hari,” ujar Riza.
Bagi Telkom Indonesia, kata dia, keberadaan Innovillage tidak hanya diposisikan sebagai program sosial perusahaan.
Lebih jauh, ajang ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat dalam menciptakan teknologi yang benar-benar bermanfaat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Telkom juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Namun, teknologi canggih bukan menjadi tujuan akhir. Yang paling utama adalah bagaimana inovasi tersebut mampu diterapkan secara efektif dan memberi dampak luas.
Sebagai mitra penyelenggara, Telkom University turut memperkuat orientasi sosial dalam program ini. Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa Innovillage 2025 menerapkan pendekatan baru berupa pemetaan dampak sosial (social impact mapping).
Dengan sistem tersebut, mahasiswa tidak cukup hanya menciptakan teknologi berbasis konsep. Mereka juga dituntut memahami persoalan nyata di masyarakat melalui pendekatan design thinking, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan solusi, implementasi, hingga evaluasi hasil di lapangan.
“Perguruan tinggi harus memberikan kontribusi nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Suyanto.
Anugerah Innovillage tahun ini juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun kualitas inovasi yang dihasilkan. Respons positif datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra industri yang semakin aktif mendukung pengembangan program.
Lewat Innovillage, Telkom Indonesia menegaskan perannya bukan hanya sebagai perusahaan telekomunikasi, tetapi juga katalisator lahirnya inovasi digital yang relevan, mudah diakses, dan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






