Edukasi

Mata-Mata Perempuan dalam Perang Kemerdekaan: Jejak Hidup Siti Fatimah

KoranMandala.com –Siang itu, mata Siti Fatimah (95) tampak redup namun tetap menyimpan sinar yang tegas. Di ruang tamu sederhana rumahnya di Jalan Waluh, Lengkong, Kota Bandung, ia menuturkan kembali kisah lama sebuah cerita yang membawa kita ke Kuningan, Jawa Barat, tahun 1947. Saat itu, Indonesia baru saja merdeka, tetapi peluru dan bom masih berbicara lebih lantang dari diplomasi.

Siti baru berusia 15 tahun. Di saat remaja seusianya sibuk bermain dan sekolah, ia memilih jalan lain: menjadi anggota Tentara Pelajar Republik Indonesia (TRIP).

“Dari umur 15 tahun sudah ikut gerilya,” kenangnya dengan suara bergetar, seakan menembus puluhan tahun yang telah lalu.

ADVERTISEMENT

Siap Kantongi Point Penuh Dari Jepara, Persib Bandung Bawa 22 Pemain

Kuningan bukan hanya kampung halaman, tapi juga medan tempur. Hutan-hutan di Ciwaru, Luragung, hingga tepi Cisanggarung menjadi saksi bisu langkah kecil Siti yang membawa misi besar. Ia bukan sekadar kurir; ia adalah mata-mata cilik.

Pesan-pesan rahasia dari Kapten Mustafa kerap ia sembunyikan di balik kaos kaki. Tak ada senjata di tangannya, hanya secarik kertas kecil yang bisa menentukan nasib pasukan republik.

“Kalau ketahuan, habis sudah,” ujarnya lirih.

Setiap perjalanan adalah taruhan hidup. Meter demi meter ia tapaki dengan kaki telanjang sebelum bisa menumpang truk pengangkut hasil bumi menuju kota.

Bahkan ibu yang memiliki anak 10 itu tanpa sadar, perah ikut naik truk milik Belanda.

“Nyawa saya bisa habis konyol di situ,” katanya sambil tersenyum getir.

Atas keberaniannya, negara kemudian menganugerahkan Bintang Gerilya sebuah tanda bahwa peran anak-anak muda kala itu tak bisa dianggap sepele.

Page: 1 2

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

7 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

8 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

9 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

10 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

11 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

12 jam ago