Kini, di usianya yang hampir satu abad, Siti tak lagi membawa pesan rahasia di balik kaos kaki. Ia membawa pesan moral untuk generasi muda. Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan, suaranya tegas menyampaikan harapan.
“Perjuangan sekarang lebih berat. Bukan lagi dengan senjata, tapi dengan tanggung jawab. Kalau jadi pemimpin, jadilah pemimpin yang baik. Kalau bekerja di bidang apapun, jalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Kisah Siti Fatimah mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan hadiah. Ada keringat, air mata, bahkan risiko nyawa di baliknya.
ADVERTISEMENT
Dari seorang remaja kurir yang berlari di hutan Kuningan hingga seorang nenek yang bijak menasihati anak bangsa, ia tetap teguh dalam satu hal: cinta pada republik ini tak pernah pudar.
Page: 1 2
KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…
KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…
KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…
KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…
KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…
KORAN MANDALA – Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…