Daerah

Demi Pembangunan, TPP Seluruh ASN Garut Dipotong

KORAN MANDALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 15 persen.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya efisiensi anggaran untuk menambah alokasi belanja pembangunan di Kabupaten Garut.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan pemotongan TPP tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi APBD Perubahan. Selain itu, kebijakan tersebut juga dilakukan untuk memenuhi permintaan Gubernur Jawa Barat agar pemerintah daerah menambah anggaran pembangunan.

“Jadi gini, kan kemarin kita itu melakukan evaluasi APBD perubahan, Pak Gubernur minta kita untuk menambah kegiatan pembangunan,” ujar Syakur saat diwawancarai, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, Pemkab Garut telah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Namun, pemerintah daerah melihat adanya peluang penghematan melalui TPP ASN dengan meminta kesediaan para pegawai untuk ikut berkontribusi.

“Akhirnya kita melihat bahwa ada peluang di teman-teman ASN, kita minta kerelaan mereka karena ini amanat harus dilaksanakan, kita akan melakukan pemotongan 15 persen,” jelasnya.

Syakur menyebutkan, hasil pemotongan TPP tersebut salah satunya akan dialokasikan untuk menambah anggaran perbaikan jalan Banjarwangi-Pendeuy.

Menurutnya, kebijakan pemotongan TPP tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang terkumpul. Lebih dari itu, ia berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor di Kabupaten Garut.

“Saya bilang ini bukan hanya lihat angkanya, tolonglah semua orang sekarang harus berpartisipasi dalam upaya mengumpulkan kegiatan pembangunan,” tuturnya.

Meski demikian, Syakur mengaku tidak ingin kebijakan tersebut justru berdampak terhadap penurunan kinerja ASN di lingkungan Pemkab Garut.

“Saya juga nggak mau,sampai kemudian teman-teman Pemda juga mengalami penurunan kinerja” tambahnya.

Ia menegaskan, pemotongan TPP merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab bersama dalam mendorong pembangunan Kabupaten Garut ke depan.

“Tapi itu adalah komitmen, saya bilang ini komitmen tanggung jawab kita semua ketika kita juga menghadapi masalah dengan BPJS ya, itu juga semua ikut menyumbang,” ucapnya.

Share