22 Klub Meriahkan Turnamen Gateball BBC Cup 4 di Kota Bandung
KORAN MANDALA – Turnamen Raden Dewi Sartika (RDS) Gateball Cup ke-7 akan digelar pada 4-6 Desember 2026 di Bikasoga Sport Center & Convention Hall, Jalan Suryalaya Indah No. 1-3, Buahbatu, Kota Bandung.
Turnamen yang berlangsung selama tiga hari tersebut akan kembali menghadirkan kategori Regu untuk Usia 50+ dan juga Triple tanpa batasan usia.
Dalam Kategori Tripple,menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan prestasi di cabang olahraga gateball.
Ketua penyelenggara RDS Gateball Cup ke-7, Hendi Koncara Gurnita(67), mengatakan kategori triple sebelumnya tidak dipertandingkan pada 2025. Namun, tingginya animo peserta membuat kategori tersebut kembali dihadirkan tahun ini.
“Yang membedakan turnamem kemarin yaitu tahun 2025 kita tidak ada triple. Ternyata animo untuk triple ini cukup banyak. Jadi, untuk tahun ini acara RDS Gateball Cup ke-7 ada kategori triple,” ujar Hendi saat ditemui Koran Mandala, Minggu (1/11/2026)
Selain kategori triple putri, turnamen juga tetap mempertandingkan kategori beregu putri bagi peserta berusia 50 tahun ke atas.
“Untuk beregu putri kita tetap konsisten dari awal, yaitu usianya 50 tahun ke atas. Tapi untuk yang triple, kita tidak ada batasan usia,” katanya.
Menurut Hendi, tidak adanya batasan usia dalam kategori triple menjadi kesempatan untuk memfasilitasi atlet-atlet muda yang memiliki prestasi.
“Jadi, kita juga memfasilitasi atlet-atlet muda yang punya prestasi. Di sanalah, di triple ini, nanti kita bisa melihat bagaimana yang muda-muda ini juga beraksi,” ujarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 24 slot telah terisi untuk kategori beregu dan 24 slot untuk kategori triple. Pendaftaran masih dibuka hingga 20 November 2026.
“Yang sekarang telah daftar, yang sudah mengambil slot itu 24 untuk beregu dan 24 untuk triple. Nanti kita masih ada perkembangan, karena kita dibatasi pendaftaran ini sampai tanggal 20 November,” katanya.
Menurut Hendi, jumlah ideal peserta dalam sebuah turnamen biasanya mencapai 32 tim. Namun, dengan adanya dua kategori pertandingan tahun ini, jumlah peserta akan terbagi antara kategori beregu dan triple.
“Kalau targetnya, sebetulnya biasanya kita melaksanakan itu 32 tim. Itu yang paling ideal dalam suatu turnamen. Tapi saya rasa karena ini ada triple, mungkin akan terbagi,” ujarnya.
Meski demikian, ia optimistis jumlah peserta pada kedua kategori akan terus bertambah hingga mendekati target. “Kalau 24 beregu dan 24 triple sih, insya Allah kelihatannya akan tercapai,” katanya.
Hendi mengatakan, pelaksanaan RDS Gateball Cup tahun ini mengambil momentum hari lahir Raden Dewi Sartika yang diperingati setiap 4 Desember.
Ia menegaskan, penyelenggaraan turnamen pada tahun-tahun sebelumnya sebenarnya juga mengambil momentum yang sama. Namun, tanggal pelaksanaan disesuaikan dengan akhir pekan atau hari libur.
“Kita mengambil momentum lahirnya Ibu Dewi Sartika, yaitu tanggal 4 Desember. Yang sudah-sudah sebetulnya ada yang bertepatan, ada yang tidak. Karena kalau kita mengadakan turnamen ini harus weekend atau hari-hari libur,” ujarnya.
Tahun ini, turnamen dilaksanakan pada 4, 5, dan 6 Desember untuk mengakomodasi seluruh rangkaian pertandingan mulai dari penyisihan hingga final.
“Nah, sekarang kebetulan kita melaksanakan tanggal 4, 5, dan 6 Desember. Karena kita membutuhkan waktu tiga hari, mulai dari penyisihan sampai kepada finalnya,” katanya.
Selain menjadi ajang olahraga, RDS Gateball Cup juga tetap membawa misi untuk mengenalkan sosok Raden Dewi Sartika kepada masyarakat, khususnya generasi berikutnya.
“Yang menjadi utama, kita ingin menggugah atau merangsang masyarakat untuk mengenal pahlawannya. Jadi, kita sebagai bangsa besar ingin menghormati jasa pahlawan,” ujar Hendi.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap para pahlawan, terutama pahlawan dari Tatar Sunda seperti Raden Dewi Sartika, perlu terus diperkuat.
“Ya, sama-sama kita tahu bahwa sangat sedikit, minim kesadaran masyarakat terhadap pahlawannya. Khususnya pahlawan yang ada dari Tatar Sunda, yaitu Ibu Raden Dewi Sartika. Ini yang harus kita ingatkan terus, karena keteladanan ini harus kita upayakan supaya sampai kepada generasi-generasi berikutnya,” katanya.
Pada pembukaan turnamen, panitia juga berencana menghadirkan unsur kesenian dan kebudayaan dengan melibatkan sejumlah organisasi kesundaan di Bandung.
“Dalam pembukaan ini ingin melibatkan juga organisasi kesundaan di Bandung, organisasi kesundaan wanita. Di antaranya ada Pasundan Istri, kemudian Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda, kemudian ada Swara Wanoja,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembukaan RDS Gateball Cup ke-7 nantinya akan dikemas berbeda dengan pembukaan turnamen pada umumnya.
“Insya Allah kita akan kemas menjadi suatu kegiatan kebudayaan, kesenian dan kebudayaan di lapangan gateball. Pembukaan ini kita harapkan dikemas dengan kemasan kebudayaan,” tuturnya.