Tanggul Jebol di Sungai Cipaganti (Sarah/Koranmandala)
KORAN MANDALA –Sebanyak 34 rumah di kawasan Jalan Siliwangi RT 09 RW 01, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, terdampak banjir setelah tanggul penahan air di wilayah tersebut jebol pada Jumat (30/10/2026) malam.
Peristiwa yang dipicu hujan deras sejak sore itu berdampak terhadap 112 jiwa. Dari puluhan rumah yang terdampak, dua di antaranya mengalami kerusakan berat dan satu rumah dilaporkan rusak ringan. Sementara itu, sedikitnya 10 warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi.
Komandan Regu Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Bandung, Oki Hikmawan, mengatakan laporan kejadian diterima dari aparat kewilayahan sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, pihak RW telah melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 19.00 WIB.
Polusi Udara Bandung Memburuk, WALHI Soroti Emisi Kendaraan dan Minimnya RTH
Menurut Oki, derasnya hujan membuat tanggul tidak mampu menahan tekanan aliran air hingga akhirnya jebol dan materialnya menerjang sejumlah rumah warga.
“Hujan deras tanggul tidak kuat menampung dan menyebabkan jebol dan menimpa beberapa rumah warga,” kata Oki saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).
BPBD Kota Bandung mencatat luas area terdampak mencapai sekitar 3 kilometer persegi. Hingga Sabtu, petugas masih melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak serta pendataan kerusakan bangunan.
Oki memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Adapun nilai kerugian material masih dalam proses penghitungan oleh petugas di lapangan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga terdampak proses ditangani,” ujarnya.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman di wilayah Bandung Utara ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur dalam waktu lama. Kondisi geografis kawasan yang memiliki kontur berbukit membuat aliran air dari wilayah yang lebih tinggi perlu diantisipasi, terutama di sekitar saluran dan tanggul yang berdekatan dengan rumah warga.
BPBD Kota Bandung mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran saluran air maupun kawasan tebing agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras. Warga juga diminta memperhatikan potensi kenaikan debit air dan segera mencari tempat aman apabila kondisi lingkungan mulai membahayakan.
Hingga kini, BPBD masih melakukan asesmen lanjutan untuk mengetahui kebutuhan penanganan darurat, termasuk bagi warga yang terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah mereka.