KORAN MANDALA – Kebakaran melanda dua bangunan berupa rumah dan warung di Jalan Galunggung, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jumat (16/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah barang berharga milik pemiliknya, mulai dari uang tunai Rp10 juta, satu unit mobil, laptop, telepon genggam, hingga ijazah dan seragam sekolah anaknya.
Pemilik rumah dan warung, Budi, mengatakan dirinya mengetahui kebakaran tersebut saat sedang pergi ke posyandu. Ia mendapat kabar dari seseorang yang memberitahukan bahwa warungnya terbakar.
ADVERTISEMENT
“Pak Budi, warung kebakaran,” kata Budi menirukan ucapan orang yang memberitahunya. Jum’at (16/10/2026)
Mendengar kabar tersebut, Budi langsung bergegas menuju lokasi. Namun, saat tiba di tempat kejadian, api sudah membesar.
Hal pertama yang dipikirkannya saat itu adalah keberadaan sang istri. Budi mengaku sempat khawatir istrinya masih berada di dalam bangunan yang terbakar.
“Yang pertama saya cari istri saya. Saya ke dalam dulu. Ternyata ada yang bilang istri sudah keluar,” tuturnya.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah bagian rumah dan warung mengalami kerusakan parah. Budi menyebut musala, tempat tidur, kamar mandi, hingga ruang tamu turut terdampak kebakaran.
“Warung hancur, musala, tempat tidur anak saya ,kamar mandi,tempat ruang tamu hancur. Mobil juga hangus” katanya.
Tak hanya bangunan, berbagai barang berharga milik Budi dan keluarganya juga hangus terbakar. Ia menyebut uang tunai sekitar Rp10 juta, dua laptop, sejumlah telepon genggam, serta surat-surat berharga tidak dapat diselamatkan.
“HP, Laptop, uang tunas Rp 10 juta, surat- surat berharga, seragam anak sekolah saya juga semuanya habis.” ujarnya

Budi mengatakan anaknya masih bersekolah. Akibat kebakaran itu, keluarga tersebut kehilangan sejumlah barang penting yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, hingga saat diwawancarai, Budi mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah dan warungnya.
“Saya kurang tau penyebabnya.” katanya.
Di tengah musibah tersebut, Budi berharap ada pihak yang tergerak memberikan bantuan sosial untuk meringankan beban keluarganya.
“Ya, mungkin dari rekan-rekan ada niat baik untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Sebab, tidak ada yang tahu kapan musibah akan terjadi, Mungkin ada pihak yang peduli dan tulus ingin membantu saya sebagai bentuk kepedulian sosial,” ucapnya.
Ia berharap doa dan harapannya dapat didengar serta mendapat pertolongan dari pihak yang peduli terhadap kondisi keluarganya.
“Kepada pak walikota farhan dan gubernur jawa barat barangkali mau membantu, Semoga pembicaraan saya didengar, doa saya semoga terkabulkan.” tuturnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






