KORAN MANDALA – Bau menyengat yang diduga berasal dari limbah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, masih dikeluhkan warga.
Selain mengganggu kenyamanan lingkungan, limbah tersebut disebut mengalir ke saluran air yang dimanfaatkan untuk mengairi persawahan.
Kepala Desa Wanasari, Zaenal Mustopa, mengatakan keluhan masyarakat terkait bau limbah telah disampaikan kepada pengelola SPPG sekitar dua bulan lalu. Namun, hingga pertengahan Oktober 2026, persoalan tersebut dinilai belum mendapat penyelesaian.
“Sekitar dua bulan ke belakang, saya sudah menyampaikan langsung kepada kepala SPPG. Itu pun setelah ada komplain dari warga setempat karena limbahnya mengganggu dan menimbulkan bau,” kata Zaenal, Rabu (14/10/2026).
Menurut Zaenal, saat itu pengelola SPPG menyampaikan rencana untuk berkoordinasi dengan mitra guna mencari solusi. Namun, rencana penanganan yang sempat disampaikan belum terealisasi.
“Belum ada solusi. Mudah-mudahan, karena kemarin ada rencana perbaikan, tetapi sampai saat ini belum juga,” ujarnya.
Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Limbah tersebut juga dikeluhkan mengalir ke saluran air yang selama ini digunakan untuk mengairi sawah di sekitar Desa Wanasari.
Warga khawatir kondisi tersebut mengganggu fungsi saluran air untuk kebutuhan pertanian. Terlebih, bau menyengat dilaporkan tercium hingga kawasan sekolah dasar (SD) di sekitar lokasi.
Zaenal berharap pengelola SPPG bersama mitranya segera menindaklanjuti keluhan masyarakat dan merealisasikan rencana perbaikan. Penanganan dinilai penting agar bau tidak terus mengganggu lingkungan dan saluran air dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pengelola SPPG Wanasari terkait langkah penanganan limbah maupun realisasi rencana perbaikan saluran air.
