ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Pembangunan SMAN 28 Bandung yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 menuai sorotan DPRD Jawa Barat.
Pasalnya, hingga pertengahan Oktober, pembangunan fisik sekolah tersebut belum terlihat berjalan, meski sebelumnya diinformasikan telah memasuki tahap lelang.
Anggota DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memulai pembangunan sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
Ia menilai kepastian pelaksanaan proyek perlu segera disampaikan, mengingat para siswa saat ini masih menempati fasilitas sementara di kawasan Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung.
“Ya, kita mendesak Pemprov Jabar untuk segera memulai pembangunan karena sebelumnya informasinya sudah masuk tahap lelang. Namun demikian, ya kita harus cek kembali terkait dengan lelangnya juga,” ujar Tedy, Rabu (14/10/2026).
Tedy mengungkapkan, para siswa SMAN 28 Bandung sebelumnya sempat direncanakan menumpang di SMAN 23 Bandung. Namun, saat ini kegiatan belajar mengajar berlangsung di sejumlah gedung di kawasan Sport Jabar Arcamanik.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Dinas Pendidikan Jawa Barat, terutama terkait kelayakan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar. Ketersediaan ruang belajar, laboratorium, dan sarana pendukung lainnya menjadi kebutuhan yang harus dipastikan seiring bertambahnya kebutuhan siswa.
“Realnya hari ini anak-anak menempati di beberapa gedung di Sport Jabar. Cuma memang tentunya kelayakannya kan memang harus menjadi perhatian sekali, dengan fasilitas yang pastinya terbatas. Selain siswanya sudah ada, terkait dengan kepastian sarana penunjangnya juga dalam proses belajar mengajar, seperti laboratorium yang tentu dibutuhkan apalagi nanti kalau sudah masuk ke kelas 11,” tegasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan perencanaan awal, pelaksanaan fisik pembangunan SMAN 28 Bandung seharusnya sudah dimulai sejak Agustus 2026. Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan yang terlihat baru sebatas pengosongan lahan, pembersihan area, dan pemasangan plang sekolah.
Dengan waktu yang tersisa sekitar dua bulan menuju akhir tahun, Tedy meragukan target penyelesaian pembangunan pada Desember 2026 dapat tercapai. Ia juga meminta Pemprov Jabar menjelaskan penyebab keterlambatan proyek tersebut kepada masyarakat.
“Kalau secara hitungan mah tentu tidak akan terkejar. Tapi tentu harus ada penjelasan kenapa tidak terlaksanakan di bulan-bulan Agustus ataupun September. Karena ini kan sudah informasinya diketahui oleh publik lah terkait dengan rencana pembangunan SMA 28 ini,” kata mantan Ketua DPRD Kota Bandung tersebut.
Tedy menambahkan, pembangunan SMAN 28 Bandung merupakan bagian dari rencana pembangunan 24 unit sekolah baru (USB) jenjang SMA dan SMK di berbagai wilayah Jawa Barat. Karena itu, ia menegaskan perlunya pengawasan agar rencana pembangunan yang telah disusun dapat direalisasikan.
“Kalau saya dapat informasi dari teman-teman Komisi V, seluruh Jawa Barat itu direncanakan kurang lebih ada 24 unit sekolah baru (USB) SMA dan SMK. Ini sudah masuk ke perencanaannya, harus dilaksanakan oleh Disdik. Untuk itu kami sebagai bentuk pengawasan dan tentunya masukan dari masyarakat, harus ada kepastian,” tuturnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






