KORAN MANDALA – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan, menilai persoalan sampah di Kota Bandung tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan program pengurangan sampah di tingkat masyarakat.
Menurutnya, krisis yang terjadi saat ini merupakan dampak dari kegagalan kebijakan yang belum dituntaskan, termasuk tidak berlanjutnya rencana pembangunan PLTSa.
Andri mengatakan, kondisi pengelolaan sampah Kota Bandung masih berada dalam fase bertahan atau survival mode. Ia memperkirakan situasi tersebut belum akan berubah dalam dua hingga tiga tahun ke depan apabila fasilitas pengolahan sampah berskala regional belum dapat beroperasi.
“Salah sendiri, kenapa dulu PLTSa Zaman pak Dada Rosada tidak diteruskan? Ini adalah musibah akibat kegagalan kebijakan yang harus kita tanggung,” kata Andri Minggu (11/10/2026)
Ia menilai, pemerintah perlu menuntaskan persoalan infrastruktur pengolahan sampah sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Salah satu yang disorot ialah penyelesaian fasilitas pengolahan sampah Legok Nangka.
“Bagaimana supaya kita keluar dari survival mode? Legok Nangka beres. Itu,” ujarnya.
Menurut Andri, berbagai program yang mendorong pengurangan sampah di tingkat masyarakat tetap diperlukan. Namun, langkah tersebut perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan teknologi pengolahan sampah yang mampu menangani residu dari proses pemilahan dan pengurangan sampah.
Ia mencontohkan, sejumlah negara maju juga mengandalkan pengelolaan sampah berbasis teknologi. Karena itu, ia menilai penyelesaian fasilitas pengolahan sampah menjadi bagian penting untuk keluar dari kondisi darurat yang terus berulang.
“Bagaimanapun, kita berbicara canggih-canggih tentang bagaimana mengurangi volume sampah di masyarakat, ujung-ujungnya semua negara maju juga memakai pengelolaan sampah berbasis teknologi. Kita baru akan selesai kalau fasilitas Legok Nangka selesai,” tutur Andri.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kembali munculnya kekhawatiran terhadap kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama pembuangan sampah dari Kota Bandung.
