ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Kebutuhan air bersih di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat bantuan dari Polres Tasikmalaya Kota di tengah kondisi kemarau.
Pada Kamis (8/10/2026) sore, kepolisian mengerahkan kendaraan Water Cannon dan mobil patroli untuk menyalurkan air bersih bagi kebutuhan para santri.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kendaraan Water Cannon membawa sekitar 6.000 liter air bersih. Sementara itu, mobil patroli Polsek Manonjaya turut membawa tandon berisi sekitar 1.000 liter air.
ADVERTISEMENT
Dugaan Keracunan di 88 Seoul, Pemkot Bandung Temukan Sejumlah Titik Rawan Kontaminasi
Dengan demikian, total air yang disalurkan mencapai sekitar 7.000 liter.
Untuk mendukung distribusi, mobil SAR Dalmas Satuan Samapta juga dikerahkan dengan membawa perlengkapan berupa pompa air dan selang.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lingkungan pesantren, termasuk untuk keperluan berwudu dan aktivitas harian para santri. Ketersediaan air menjadi penting menjelang pelaksanaan Salat Jumat, ketika kebutuhan air untuk beribadah meningkat.
Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hartono, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.
“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan air bersih. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan para santri serta pihak pesantren,” kata Hartono.
Ia menambahkan, kepolisian berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ketika warga menghadapi kesulitan yang membutuhkan bantuan langsung.
“Kita tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kami juga berusaha hadir dan memberikan apa yang kami bisa,” ujarnya.
Penyaluran air tersebut membantu memenuhi kebutuhan pesantren dalam jangka pendek. Namun, jika kesulitan air terus berlanjut selama kemarau, ketersediaan pasokan yang berkelanjutan tetap menjadi hal penting agar kebutuhan sanitasi, ibadah, dan aktivitas harian para santri tidak terganggu.
Bantuan ini juga menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola sumber air, dan pihak terkait untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih selama musim kemarau, terutama bagi fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang menampung banyak orang.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






