KORAN MANDALA –Tasikmalaya Great Sale (TGS) 2026 kembali digelar dengan membawa agenda mendorong aktivitas perdagangan sekaligus memperluas pasar produk unggulan Kota Tasikmalaya.
Kick Off TGS 2026 yang berlangsung di Aula PPIK Kota Tasikmalaya, Rabu (7/10/2026), juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya.
Namun, tantangan utama program ini bukan sekadar membuat Oktober dikenal sebagai bulan belanja di Tasikmalaya. Lebih jauh, TGS perlu mampu memberikan dampak terukur terhadap omzet pelaku usaha, penyerapan produk lokal, hingga perluasan pasar ke luar daerah dan ekspor.
Apel Kepegawaian, Pemkab Tasik Sampaikan Sejumlah Kebijakan ASN
Kepala OJK Tasikmalaya mengatakan, perdagangan berbasis kota dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, industri jasa keuangan, regulator, dan masyarakat melalui konsep pentahelix.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadikan TGS sebagai katalisator perekonomian sekaligus memperkuat city branding Kota Tasikmalaya.
Program ini juga diarahkan untuk menjadi agenda tahunan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mengenal Oktober sebagai momentum pelaksanaan Tasikmalaya Great Sale.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara mengatakan, Kota Tasikmalaya memiliki beragam potensi yang masih perlu dikembangkan dan dipromosikan.
“Potensi yang ada harus terus dikembangkan dan dipromosikan,” ujar Diky.
Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting agar TGS dapat menjadi sarana promosi industri serta produk unggulan Kota Tasikmalaya.
Di sisi lain, peluncuran Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya membuka agenda yang lebih strategis. Data perusahaan ekspor seharusnya tidak berhenti sebagai publikasi, tetapi menjadi dasar untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, pembiayaan, maupun mitra bisnis baru.
Ukuran keberhasilan TGS 2026 karena itu tidak cukup hanya dilihat dari ramainya kegiatan atau tingginya partisipasi pelaku usaha. Dampaknya terhadap transaksi, omzet UMKM, jumlah produk yang masuk pasar baru, serta peningkatan kapasitas ekspor menjadi indikator yang lebih penting.
Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama seluruh pemangku kepentingan kini memiliki pekerjaan untuk memastikan TGS tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi instrumen yang benar-benar memperkuat ekosistem perdagangan dan daya saing produk lokal.
