KORAN MANDALA – Antrean kendaraan di jalur Pertalite mengular hingga badan jalan di sekitar SPBU 34-41130, Jalan Raya Cilulumpang, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Minggu (4/10/2026).
Kondisi tersebut disoroti warga yang menduga antrean terjadi akibat adanya pengisian BBM bersubsidi secara berulang.
Keluhan warga kemudian dituangkan dalam laporan yang ditujukan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, serta Polres Purwakarta.
Salah satu aktivitas yang menjadi sorotan yakni kendaraan Toyota Innova yang dalam laporan warga disebut melakukan pengisian Pertalite hingga lima kali dalam kurun waktu sekitar satu jam.
“Kami melihat ada kendaraan yang bolak-balik mengisi Pertalite dalam waktu yang cukup dekat. Setelah mengisi, kendaraan itu keluar dari SPBU, kemudian beberapa waktu kembali lagi untuk mengisi,” ujar Burhan, warga sekitar.
Menurut laporan tersebut, kendaraan diduga tidak langsung meninggalkan kawasan setelah mengisi BBM. Kendaraan disebut sempat menuju sejumlah lokasi di sekitar SPBU, di antaranya halaman Masjid At-Taubah Maniis dan Masjid Baiturrohmah Cijati.
Warga menduga BBM yang dibawa kendaraan kemudian dipindahkan ke wadah atau tempat penampungan sebelum kendaraan kembali menuju SPBU untuk melakukan pengisian berikutnya.
Selain kendaraan roda empat, aktivitas pengisian menggunakan sepeda motor juga menjadi perhatian. Warga menyebut terdapat sejumlah sepeda motor dengan kapasitas tangki besar yang melakukan pengisian Pertalite dalam jumlah banyak.
Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap konsumen lain karena antrean kendaraan masyarakat umum semakin panjang hingga mengganggu badan jalan di sekitar SPBU.
“Yang kami khawatirkan antrean masyarakat jadi panjang. Kalau memang ada kendaraan yang mengambil BBM subsidi berkali-kali untuk dipindahkan ke tempat lain, kami berharap ada pemeriksaan supaya penyalurannya tetap sesuai peruntukan,” kata Burhan.
Warga meminta pihak berwenang memeriksa kendaraan yang disebut dalam laporan, termasuk mekanisme pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Mereka juga meminta pihak SPBU turut diperiksa apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran dalam proses penyaluran Pertalite.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas laporan dan keluhan masyarakat. Hingga saat ini, belum ada hasil pemeriksaan dari pihak berwenang yang membuktikan adanya praktik penyelewengan maupun keterlibatan pihak SPBU.
Warga berharap BPH Migas, Pertamina, dan kepolisian dapat turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya serta menjaga penyaluran Pertalite bersubsidi tetap sesuai peruntukan.
