KORAN MANDALA – DPRD Jawa Barat mendukung penghentian sementara pembangunan data center berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Penghentian tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk memastikan berbagai aspek, terutama lingkungan dan kebutuhan air bagi petani, benar-benar diperhatikan.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, mengatakan pihaknya sepakat dengan langkah Gubernur Jawa Barat yang menghentikan sementara proses pembangunan data center tersebut.
”Kita support, kita sepakat dengan apa yang dilakukan oleh Pak Gubernur untuk menghentikan dulu proses pembangunannya,” kata Tedy saat ditemui di DPRD Jabar Rabu (30/9/2026)
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) diselesaikan terlebih dahulu. Saat ini, kewenangan Amdal tersebut berada di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta.
”Kita juga dorong agar menyelesaikan Amdal yang sekarang ini menjadi kewenangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.
Tedy juga meminta pembahasan Amdal dilakukan secara terbuka agar masyarakat mengetahui secara jelas potensi dampak pembangunan data center serta langkah penanganannya.
”Kita dorong juga pembahasan Amdalnya agar terbuka, sehingga masyarakat mengetahui dengan jelas dampak-dampaknya seperti apa. Kemudian juga ketika ada dampak, penanganan seperti apa, sehingga lingkungan tetap terjaga, kebutuhan air buat petani juga ada jaminan,” katanya.
Selain Amdal, DPRD Jabar turut menyoroti teknologi yang akan digunakan dalam pengoperasian data center. Tedy mendorong penggunaan teknologi terbaru yang lebih hemat air dan ramah lingkungan.
”Kita dorong agar teknologinya ialah teknologi yang paling baru, seperti cooling water system yang sangat hemat penggunaan air untuk proses pengolahan chip di database,” tuturnya.
Menurut Tedy, penggunaan teknologi terbaru penting agar investasi data center di Indonesia tidak menggunakan teknologi lama yang berpotensi kurang efisien dalam penggunaan sumber daya.
”Kalau di Indonesia kalaupun mau pakai, ya pakai teknologi yang terbaru dan yang paling ramah lingkungan,” katanya.
Tedy juga meminta persoalan perizinan diselesaikan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sebelum pembangunan dilanjutkan.
”Kemudian juga diselesaikan PBG-nya juga,” ujarnya.
Tak hanya lingkungan, DPRD Jabar juga menyoroti dampak investasi tersebut terhadap penyerapan tenaga kerja. Tedy meminta investasi besar di Jawa Barat turut memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
”Jangan sampai investasi yang besar tapi tidak ada dampak pada ketenagakerjaan, ini juga menjadi perhatian,” katanya.
Ia menyebut masyarakat Jawa Barat juga berharap investasi tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal, khususnya para pemuda.
”Karena banyak keluhan dari masyarakat Jawa Barat, agar betul-betul mempekerjakan orang Jawa Barat, para pemuda Jawa Barat, sehingga angka pengangguran di kita akan teratasi,” Tandasnya

Anggota Komisi IV Dprd Jabar Tedy Rusmawan (Sarah/ Koran Mandala)
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.