ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Hujan deras yang mengguyur kawasan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, menyisakan ancaman serius bagi aktivitas belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalkoneng.
Dua ruang kelas sekolah di Kampung Tegalkoneng, Desa Buninagara, ambruk hingga rata dengan tanah pada Sabtu (19/9/2026) dini hari.
Pergerakan tanah yang terjadi di sekitar sekolah diduga menjadi pemicu ambruknya bangunan.
ADVERTISEMENT
56.559 Pelari Meriahkan POCARI SWEAT Run 2026, Bandung Raup Dampak Ekonomi Lebih Besar
Berdasarkan kaji cepat dan asesmen awal BPBD bersama aparat setempat, struktur bangunan diduga tak mampu menahan tekanan akibat pergeseran tanah yang semakin kuat setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.
Camat Sindangkerta, Agus Setiawan, mengatakan peristiwa terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sepanjang malam.
“Peristiwa terjadi pada dini hari. Kondisi cuaca di lokasi saat itu memang sedang diguyur hujan deras, yang mempercepat pergerakan tanah di sekitar area bangunan,” ujar Agus, Minggu (20/9/2026).
Beruntung, dua ruang kelas tersebut ambruk ketika tidak ada aktivitas belajar. Tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Namun, ancaman kini bergeser dari keselamatan bangunan ke keberlangsungan pendidikan para siswa. Dua ruang kelas yang ambruk membuat sekolah harus segera mencari tempat belajar pengganti agar proses pembelajaran tidak ikut terhenti.
Pihak sekolah bersama pemerintah setempat kini menyiapkan langkah darurat, termasuk kemungkinan membangun tenda atau ruang kelas sementara.
“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini tentu ruang kelas pengganti atau darurat. Ini vital agar anak-anak bisa tetap belajar,” kata Agus.
Selain menghancurkan bangunan, material reruntuhan juga menimbun sejumlah fasilitas belajar mengajar, seperti meja, kursi, dan papan tulis. Besaran kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan oleh tim gabungan di lapangan.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi wilayah perbukitan Sindangkerta yang rentan terhadap pergerakan tanah, terlebih saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Petugas dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan, terutama di sekitar bangunan yang berada di kawasan rawan longsor.
Bagi sekolah, persoalannya kini bukan hanya bagaimana membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk, tetapi bagaimana memastikan meja dan kursi siswa kembali berada di ruang kelas, bukan berhenti bersama reruntuhan yang ditinggalkan pergerakan tanah.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






