ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Keluarga Besar Alumni (KBA) SMPN 1 Garut memperingati milad ke-2 dengan menggelar silaturahmi lintas angkatan di kawasan wisata Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Sabtu (19/9/2026).
Sebanyak 343 alumni dari angkatan 1970 hingga 2017 menghadiri kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat daerah, guru purna tugas, Kepala SMPN 1 Garut, serta tokoh pendidikan turut hadir.
Penggagas KBA SMPN 1 Garut, Ade Ridwan, mengatakan KBA memiliki pola berbeda karena sejak dibentuk pada 18 Oktober 2024 hingga kini tidak memiliki ketua, pengurus maupun panitia kegiatan.
ADVERTISEMENT
“Dalam kegiatan ini tidak ada namanya panitia, ketua, semua mempunyai tanggung jawab. Ini merupakan kegiatan ke-24 kali atau milad ke-2. Alhamdulillah, mungkin sedikit nyeleneh, suatu kegiatan tanpa ada panitia? Inilah kisah nyatanya, kami dari 18 Oktober 2024 sampai hari ini tidak membentuk panitia ataupun pengurus, semua mempunyai tanggung jawab,” ujar Ade.
Ia mengatakan setiap anggota mengambil peran berdasarkan kebutuhan tanpa harus menunggu instruksi dari ketua atau pengurus.
“Jadi kami di sini sama-sama sadar apabila ada sesuatu yang harus dikerjakan, tanpa harus disuruh langsung dikerjakan. Semua berlaku seperti itu dan sampai hari ini masih seperti ini, mudah-mudahan sampai seterusnya,” katanya.
Ade menilai pembentukan organisasi atau kepanitiaan tidak cukup hanya dengan membuat struktur. Menurutnya, kemauan untuk terlibat dan bekerja menjadi hal yang lebih penting.
“Saya juga di sini ingin mengedukasi bagi generasi penerus agar tidak gampang membuat atau membentuk panitia. Jangan mudah membuat organisasi, tapi jadikan dulu dirinya, ada tidak keinginan untuk kerja, ada tidak keinginan untuk organisasi. Gampang membuat organisasi, gampang membuat panitia itu, tapi apabila tidak ada keinginan buat apa?” tegasnya.
Sementara itu, alumni angkatan 1976, Hj. Ninuk, berharap KBA dapat terus menjadi wadah untuk mempererat hubungan dan kepedulian antaralumni SMPN 1 Garut.
“Harapannya para hadirin harus peduli pada sesama alumni SMPN 1 Garut, disukai oleh semua alumni, dan bisa mempersatukan antara angkatan dengan jalan silaturahmi di kegiatan kajian,” ujarnya.
Meski sempat mendapat candaan dari rekan-rekannya karena KBA berjalan tanpa kepengurusan, Ade mengatakan konsep tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan KBA selama hampir dua tahun.
“Sampai saya diolok-olok sama teman-teman dengan pembentukan KBA tanpa ada pengurus, tapi ini kisah nyata, semua sama-sama mempunyai tanggung jawab. mindset saya, bagaimana menyamakan keinginan yang sama,” tuturnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






