ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Niat hati ingin mengubah nasib di tanah perantauan, langkah kaki Faisal Weskurni (25) justru dihadang ujian berat.
Pemuda asal Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini awalnya memberanikan diri berangkat seorang diri menuju Kalimantan pada (13/9/2026).
Berbekal kontrak kerja selama satu tahun di sebuah perkebunan kelapa sawit, Faisal berlayar menembus lautan demi mengadu nasib.
ADVERTISEMENT
Tedy Soroti Koordinasi Pusat-Pemkot dalam Pembangunan BRT Bandung
Namun, takdir berkata lain saat pelayaran berlangsung. Kapal Virgo yang ditumpanginya mengalani musibah hingga karam di tengah lautan.
Di tengah ganasnya hantaman ombak, Faisal berjuang mempertahankan hidup hingga akhirnya berhasil selamat dari maut.
Meski raga berhasil dievaluasi, bayang-bayang trauma dan depresi mendalam pascamusibah tak serta-merta hilang begitu saja dari ingatannya.
Rasa haru dan syukur yang mendalam menyelimuti Faisal seusai masa-masa kritis evakuasi berakhir.
Kebingungannya untuk bisa kembali ke kampung halaman perlahan sirna setelah Pemerintah Kabupaten Bandung Barat turun tangan pada Minggu (20/9/2025).
Seluruh fasilitas kepulangan, mulai dari tiket pesawat dari lokasi evakuasi menuju Bandara Soekarno-Hatta hingga transportasi lanjutan menuju rumah, sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab KBB.
“Hatur nuhun bapak bupati, sareng wakil bupati, abi atos nepi ka Bandung, hatur nuhun pisan, abi tos di fasilitasi berangkat ka Bandung ayeuna,” ujar Faisal dengan penuh rasa terima kasih.
Proses pemulangan warga KBB ini tidak lepas dari pengawalan ketat. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB bersama Camat Sindangkerta menjemput langsung Faisal di Bandara Soekarno-Hatta.
Dari sana, perjalanan dilanjutkan menuju Bandung menggunakan armada Kereta Cepat Whoosh.
“Sesuai instruksi dan arahan Pak Bupati Jeje Ritchie Ismail serta Pak Wakil Bupati Asep Ismail, kami bergerak cepat memfasilitasi seluruh proses kepulangan Saudara Faisal Weskurni, mulai dari tiket pesawat hingga pendampingan penjemputan di Bandara Soekarna-Hatta. Kami ingin memastikan warga kita yang tertimpa musibah tiba di rumah dalam kondisi aman, sehat, dan selamat,” tutur Kepala Disnakertrans KBB, Yoppi Indawan Iskandar.
Kini, Faisal telah kembali menapakkan kakinya di tanah kelahirannya di Sindangkerta. Walaupun cita-cita mengadu nasib di negeri orang harus terhenti sementara akibat tragedi di tengah laut, hangatnya sambutan keluarga serta pengawalan sigap dari pemerintah daerah menjadi pelipur lara atas rasa trauma yang sempat singgah.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






