KORAN MANDALA –Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Dapil Kota Bandung, Tedy Rusmawan, menyoroti dampak pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) terhadap kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung.
Tedy mendorong koordinasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Pusat agar dampak pembangunan BRT terhadap lalu lintas maupun persoalan sosial di sekitarnya dapat diminimalkan.
“Kita dorong agar lebih intens dengan Pemerintah Pusat untuk meminimalisasi dampak pembangunan baik itu, kemacetan, maupun dampak-dampak sosial yang lainnya, sehingga tidak menimbulkan masalah,” ujar Tedy. Minggu (20/9/2026)
Menurutnya, dampak pembangunan semestinya dapat diantisipasi sejak awal dan tidak menunggu munculnya keluhan dari masyarakat.
“Karena kita hanya menatap, terutama melihat, sepertinya ketika ada kejadian baru direspon. Seharusnya hal tersebut bisa diantisipasi. Tidak menunggu dulu reaksi dari masyarakat,” katanya.
Tedy mencontohkan pembangunan fasilitas BRT di Jalan Jakarta dan Jalan Ahmad Yani. Keberadaan shelter di tengah Jalan Ahmad Yani, menurutnya, perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.
“Contoh yang BRT itu kan, yang di Jalan Jakarta misalkan, terus kemudian yang di Jalan Ahmad Yani, yang ada shelter di tengah Jalan Ahmad Yani,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat mendapatkan informasi secara menyeluruh mengenai rencana pembangunan, terutama pada titik yang berpotensi memengaruhi arus lalu lintas.
“Nah, harusnya bisa diantisipasi dulu, masyarakat diberikan informasi yang menyeluruh, sehingga bersama-sama kita bisa membantu untuk menyelaraskan masalah-masalah yang muncul,” kata Tedy.
Tedy berharap koordinasi dan antisipasi dilakukan sejak tahap perencanaan sehingga pembangunan BRT tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
