KORAN MANDALA –Kesabaran warga Perumahan Griya Ciwangi, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, mulai berada di ujung batas.
Selama sekitar 15 tahun, mereka mengaku telah menjalankan kewajiban membayar cicilan rumah, tetapi sertifikat yang mereka nantikan tak kunjung berada di tangan.
Kekecewaan itu kini disuarakan secara terbuka melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Sejumlah ibu-ibu warga Griya Ciwangi meminta persoalan sertifikat rumah mereka mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
18 Tahun Menunggu Sertifikat, Warga Griya Ciwangi Kini Ingin Bertemu Om Zein
Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar soal administrasi. Setelah belasan tahun menyisihkan penghasilan untuk membayar rumah, mereka mempertanyakan kapan hak atas dokumen kepemilikan tersebut benar-benar mereka dapatkan.
“Selama 15 tahun kami sudah menjalankan kewajiban kami membayar cicilan rumah. Sekarang kami menuntut hak kami, sertifikat kami,” ujar seorang warga dalam video tersebut.
Kekecewaan warga bahkan disampaikan dengan nada keras kepada Dedi Mulyadi. Mereka mengingatkan bahwa dukungan masyarakat, termasuk warga, memiliki peran dalam perjalanan politiknya hingga menduduki kursi Gubernur Jawa Barat.
“Tanpa kami, Bapak tidak ada apa-apanya, Pak,” kata warga tersebut.
Pernyataan itu menjadi gambaran betapa frustrasinya warga setelah persoalan sertifikat tak kunjung menemui titik terang.
Bagi mereka, sertifikat bukan sekadar selembar dokumen. Sertifikat merupakan bukti penting atas kepastian kepemilikan rumah yang telah mereka bayar bertahun-tahun.
“Cuma sebuah dokumen, tapi itu sangat berarti buat kami. Lima belas tahun kami menyisihkan sebagian hasil penghasilan untuk membayar kewajiban kami,” ujarnya.
Keresahan semakin besar bagi warga yang telah melunasi pembayaran rumah. Mereka khawatir ketidakjelasan dokumen kepemilikan akan menjadi persoalan baru di kemudian hari, terutama ketika rumah harus diwariskan kepada anak atau anggota keluarga lainnya.
Karena itu, warga meminta pemerintah turun tangan. Selain Dedi Mulyadi, mereka berharap Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein ikut mendorong penyelesaian persoalan tersebut.
Warga berharap pemerintah tidak sekadar menerima keluhan, tetapi mempertemukan mereka dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas belum diterimanya sertifikat.
“Cuma sebuah tanda tangan, Pak. Apa sulitnya, Pak? Sertifikat itu sangat berarti buat kami,” kata warga lainnya.
Kekecewaan warga kemudian kembali diarahkan kepada Dedi Mulyadi.
“Bapak tidak akan jadi gubernur kalau bukan karena warga, termasuk kami,” ucapnya.
