ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Kasus perundungan terhadap dua siswi sekolah menengah di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, yang sempat viral di media sosial, mendapat perhatian khusus dari DPRD Garut.
Ketua DPRD Garut Aris Munandar meminta Dinas Pendidikan memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut. Menurutnya, langkah pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan pendidikan perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kasus tersebut melibatkan korban dan terduga pelaku yang masih di bawah umur. Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu diduga dipicu persoalan hubungan antarremaja atau yang kerap disebut cinta monyet.
ADVERTISEMENT
Dalam kejadian tersebut, dua siswi diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah anak. Karena seluruh pihak yang terlibat masih dalam kategori anak, penanganannya dilakukan dengan pendekatan khusus sesuai ketentuan perlindungan anak.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB3A) Kabupaten Garut Yanyan mengatakan, asesmen menjadi tahapan penting untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan pemulihan korban.
“Berdasarkan penanganan awal, direkomendasikan korban mendapatkan asesmen psikologis oleh tenaga profesional melalui UPTD PPA,” kata Yanyan.
Selain DPPKB3A, kepolisian juga telah menangani kasus tersebut. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi korban maupun terduga pelaku yang masih berusia di bawah umur.
Sementara itu, Ketua DPRD Garut Aris Munandar menilai persoalan perundungan bukan isu baru dan membutuhkan penanganan secara serius, terutama melalui lingkungan pendidikan.
“Sebetulnya ini sudah menjadi perhatian lama. Saya harapkan nanti ada atensi dari Dinas Pendidikan juga, dibahas dalam hal yang khusus supaya tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu. Tentunya ini akan menjadi atensi, kita akan agendakan rapat dengan Dinas Pendidikan,” ujar Aris, Selasa (15/9/2026).
Menurut Aris, kasus yang kembali mencuat tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Sekolah dan instansi terkait dinilai perlu memperkuat upaya pencegahan sekaligus memastikan adanya mekanisme penanganan yang cepat ketika terjadi dugaan kekerasan atau perundungan terhadap siswa.
Aris menegaskan, perhatian terhadap kasus ini semakin penting karena baik korban maupun terduga pelaku masih tergolong anak. Penanganan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kasus, tetapi juga perlindungan terhadap korban serta pembinaan terhadap anak yang diduga terlibat.
DPRD Garut pun berencana mengagendakan rapat bersama Dinas Pendidikan untuk membahas langkah pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan kasus yang sudah terjadi, tetapi juga menghasilkan upaya konkret agar lingkungan pendidikan di Garut lebih aman bagi para siswa.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






