KORAN MANDALA – Harga telur ayam negeri kembali mengalami kenaikan di tingkat pedagang. Dalam sepekan terakhir, harga telur mencapai Rp27.000 per kilogram, naik Rp1.000 dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka Rp26.000 per kilogram.
Ali, pedagang telur pasar kosambi, mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi pada telur ayam negeri. Harga telur putih juga ikut naik dari sekitar Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
“Telur negeri sekarang Rp27.000, minggu kemarin Rp26.000. Untuk kenaikan masih sama yaa sekitar naik Rp1.000, Kenaikan harga tidak hanya telur ayam negeri, telur puyuh juga ikut naik Rp5.000 sebelumnya Rp40.000 menjadi Rp45.000.” kata Ali saat ditemui, Senin (14/9/2026).
Sementara itu, harga telur ayam kampung berada di kisaran Rp3.000 per butir. Telur asin dijual sekitar Rp4.000 per butir, sedangkan telur bebek sekitar Rp3.500 per butir.
Ali mengatakan harga telur sebelumnya sempat mengalami penurunan karena permintaan di pasar berkurang. Kondisi tersebut juga dipengaruhi penggunaan telur untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat tidak terlalu banyak.
“Satu pekan sebelumnya untuk harga itu sempat turun karena permintaan telur untuk MBG juga turun.” ujarnya.
Namun, dalam sepekan terakhir permintaan telur kembali meningkat. Menurut Ali, meningkatnya kebutuhan untuk program MBG turut mendorong harga telur kembali naik.
“Kalau satu minggu sekarang penggunaan MBG-nya, permintaannya naik, jadi telurnya naik berlaku lagi,” katanya.
Ia menyebut kenaikan harga tersebut terjadi setelah harga telur sebelumnya relatif stabil selama sekitar dua pekan. Perubahan permintaan juga disebut tidak hanya berdampak pada telur, tetapi turut memengaruhi sejumlah komoditas pangan lainnya.
“Dua minggu kemarin stabil, Tapi untuk minggu ini semuanya terdampak, tidak hanya telur saja tetapi komoditas bahan pokok lain juga ” ujar Ali.
Dengan meningkatnya permintaan, khususnya untuk kebutuhan MBG, harga telur di tingkat pedagang kini kembali berada pada tren kenaikan.
