ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Kondisi jalan di Kampung Cikadu RT 21/06, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, dikeluhkan warga. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut disebut telah puluhan tahun tidak mendapat perbaikan.
Kerusakan jalan dinilai mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Akses tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari berangkat bekerja dan sekolah hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keluhan warga juga menyasar minimnya penerangan di sekitar jalan. Kondisi tersebut membuat akses semakin sulit dilalui, terutama pada malam hari.
ADVERTISEMENT
Tawuran Remaja Marak di Purwakarta, DPRD Tegaskan Tak Akan Lindungi Pelaku Bersenjata Tajam
Salah seorang warga, Novil, mengatakan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki telah berlangsung cukup lama. Ia berharap pemerintah desa turun langsung melihat kondisi infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat.
“Ini sudah lama banget seperti ini. Kami setiap hari kesiksa kalau mau lewat sini. Jalan begini, penerangan juga enggak ada. Uang desa itu dipakai buat apa kalau kondisi kampung masih seperti ini? Tolonglah, siapa pun yang bisa membantu, perhatikan jalan kami,” ujar Novil.
Menurutnya, persoalan jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga keselamatan warga. Minimnya penerangan membuat masyarakat harus lebih berhati-hati ketika melintasi jalan tersebut pada malam hari.
Warga berharap Pemerintah Desa Sukatani memberikan kejelasan terkait rencana perbaikan jalan tersebut. Mereka juga meminta pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi melakukan peninjauan langsung dan menentukan langkah penanganan yang jelas.
Bagi warga Kampung Cikadu, perbaikan jalan dan penerangan merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya mendapat perhatian. Terlebih, akses tersebut menjadi jalur yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Desa Sukatani belum memberikan keterangan mengenai penyebab jalan tersebut belum diperbaiki selama bertahun-tahun maupun rencana penanganannya. Warga masih menunggu kepastian kapan akses kampung mereka akan mendapat perbaikan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






