KA BPBD Garut H.Aah Anwar kemarau panjang dampak dari Elnino,Selasa (8/9/2026)
KORAN MANDALA – Kemarau panjang menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Garut mengalami kekeringan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lahan pertanian, tetapi juga mengganggu ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, H. Aah Anwar Saefuloh, mengatakan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang diperkirakan masih berdampak hingga Desember.
“Untuk kekeringan kemungkinan puncaknya akan terjadi pada bulan September-Oktober. Dampak dari El Nino ini akan sampai Desember. Jadi, persiapkanlah sedini mungkin karena kekeringan ini akan cukup panjang,” kata Aah, Selasa (8/9/2026).
Pemkot Bandung Siapkan Langkah Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
Sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Garut telah melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Distribusi tersebut dilakukan sejak 31 Mei hingga 6 September 2026.
Sejumlah wilayah yang telah mendapatkan distribusi air bersih antara lain:
Berdasarkan data BPBD Garut, sebanyak 13 kecamatan dan 21 desa/kelurahan terdampak kekeringan. Distribusi air bersih telah melayani 5.551 kepala keluarga atau 15.094 jiwa.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Garut telah menurunkan 76 tangki truk air dengan total kapasitas distribusi mencapai 369.000 liter air bersih.
BPBD Garut mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, terutama selama periode kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.