ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Keluhan masyarakat terkait keamanan di ruang publik mendorong Pemerintah Kabupaten Purwakarta memperluas pengawasan berbasis kamera. Pemkab kini mematangkan rencana penambahan 65 titik CCTV yang akan terhubung dengan Command Center Ogan Lopian.
Rencana tersebut dibahas melalui Forum Group Discussion (FGD) Analisis Perencanaan Kebutuhan Penambahan Titik CCTV Tahun 2026 di Aula Janaka, Purwakarta.
Forum dipimpin Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Purwakarta, dr. H. Agung Suriatmadja, M.Kes., dan melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Polres Purwakarta, Dinas Perhubungan, Disperkim, BPBD, Diskominfo serta perwakilan kecamatan.
ADVERTISEMENT
DPRD Bandung Soroti Masih ada Warga yang Belum Terjangkau Layanan Kesehatan
Penambahan CCTV menjadi perhatian setelah Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menyoroti keluhan warga terkait aksi kriminalitas di sejumlah ruas jalan yang belum dilengkapi kamera pengawas.
Menurut Om Zein, keterbatasan CCTV membuat pemantauan terhadap kondisi di lapangan belum maksimal. Kamera pengawas juga dinilai penting untuk membantu aparat menelusuri kejadian ketika tindak kriminal terjadi.
Karena itu, penambahan kamera tidak hanya diarahkan untuk memperbanyak perangkat, tetapi juga menutup titik-titik yang selama ini menjadi blind spot.
Pemetaan Titik Rawan Jadi Prioritas
Dalam FGD, pemerintah bersama sejumlah instansi melakukan pemetaan lokasi yang dinilai memiliki tingkat aktivitas maupun kerawanan tinggi.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian antara lain jalur protokol, persimpangan, pasar, stasiun, kawasan perbatasan, titik rawan kecelakaan dan kriminalitas, serta objek vital seperti kawasan Taman Air Mancur Sri Baduga.
Lokasi pemasangan akan ditentukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensi masing-masing wilayah.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Purwakarta, Agung Suriatmadja, menegaskan penambahan CCTV tidak boleh sekadar mengejar jumlah kamera.
“Penambahan titik CCTV ini harus benar-benar ditempatkan pada lokasi yang memiliki kebutuhan dan tingkat urgensi tinggi, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Menurut Agung, penempatan kamera yang tepat diharapkan dapat memperluas jangkauan pemantauan sekaligus mengurangi wilayah yang selama ini tidak terpantau.
“Keberadaan CCTV diharapkan dapat memperluas cakupan pemantauan, mengurangi blind spot, serta mendukung deteksi dan verifikasi kejadian secara lebih cepat,” katanya.
Terhubung ke Command Center
Puluhan titik CCTV yang direncanakan tersebut nantinya diintegrasikan dengan Command Center Ogan Lopian. Integrasi ini memungkinkan pemantauan dilakukan secara terpusat dan diharapkan mempercepat proses deteksi maupun verifikasi kejadian di lapangan.
Dengan sistem tersebut, informasi dari kamera di berbagai titik dapat menjadi bagian dari satu jaringan pengawasan yang dapat digunakan untuk mendukung respons terhadap gangguan keamanan maupun kejadian darurat.
Rencana penambahan 65 titik CCTV ini menjadi salah satu langkah Pemkab Purwakarta merespons persoalan keamanan yang dikeluhkan masyarakat.
Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada ketepatan penempatan kamera, kualitas pemantauan, serta kecepatan tindak lanjut ketika kamera mendeteksi kejadian di lapangan.
Pemkab Purwakarta berharap perluasan jaringan CCTV dapat mempersempit blind spot dan memperkuat sistem keamanan ruang publik di berbagai wilayah Kabupaten Purwakarta.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






