KORAN MANDALA – PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Bandung terus mendorong peningkatan pemahaman peserta melalui kegiatan Sosialisasi Program Ketaspenan dan Literasi Keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta pada Selasa (4/8/2026) tersebut diikuti oleh ASN yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2026–2027.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TASPEN untuk memberikan pembekalan yang lebih menyeluruh kepada ASN menjelang masa purnabakti. Tidak hanya mengenai manfaat yang akan diterima, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana memanfaatkan layanan TASPEN serta mempersiapkan kondisi keuangan secara lebih baik sebelum memasuki masa pensiun.
Dalam sosialisasi tersebut, materi disampaikan melalui tiga aspek utama, yaitu literasi program TASPEN, literasi transformasi digital, dan literasi keuangan. Melalui literasi program TASPEN, Peserta mendapatkan pemahaman mengenai Program Pensiun, Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM), termasuk hak dan manfaat yang dapat diperoleh sebagai peserta.
Sementara itu, literasi transformasi digital menjadi bagian penting dalam memperkenalkan perubahan layanan TASPEN yang semakin mudah diakses melalui kanal digital. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Andal by TASPEN, sebagai aplikasi layanan digital yang dapat membantu peserta mengakses berbagai kebutuhan layanan TASPEN melalui telepon genggam.
Melalui Andal by TASPEN, peserta dapat memanfaatkan layanan digital TASPEN dengan lebih praktis, termasuk mengakses informasi dan layanan yang tersedia tanpa harus selalu datang langsung ke kantor cabang. Dalam kegiatan ini, peserta juga diperkenalkan dengan kanal WhatsApp Business TASPEN dan TASPEN Care (T-Care) sebagai bagian dari pengembangan layanan digital untuk memberikan akses informasi serta penyampaian pertanyaan maupun keluhan pelanggan secara lebih mudah.
Transformasi tersebut tidak hanya berbicara mengenai penggunaan teknologi, tetapi juga mengenai bagaimana teknologi dapat memberikan pengalaman layanan yang lebih sederhana bagi peserta. Bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun, pemahaman terhadap layanan digital diharapkan dapat menjadi bekal agar peserta tetap dapat memperoleh informasi dan layanan TASPEN secara mudah, termasuk setelah memasuki masa purnabakti.
Langkah transformasi layanan ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang semakin mendorong pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, efektif, dan dapat diakses masyarakat. Pemerintah saat ini menempatkan percepatan digitalisasi sebagai bagian penting dalam membangun tata kelola dan pelayanan publik yang modern. Dalam konteks tersebut, transformasi layanan TASPEN menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang semakin adaptif terhadap perkembangan kebutuhan peserta.
Branch Manager PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Bandung, Eko Andryanto Prakasa, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan program dan manfaat TASPEN, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai perkembangan layanan yang saat ini semakin terdigitalisasi.
“Kami ingin peserta tidak hanya memahami program dan manfaat yang menjadi haknya, tetapi juga mengetahui bagaimana cara mendapatkan layanan TASPEN dengan lebih mudah. Karena itu, transformasi digital menjadi bagian penting dalam sosialisasi ini. Melalui Andal by TASPEN dan kanal digital lainnya, peserta dapat memperoleh informasi dan mengakses layanan dengan lebih praktis,” ujar Eko.
Menurut Eko, pemahaman terhadap layanan digital perlu berjalan beriringan dengan literasi program dan literasi keuangan. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengetahui manfaat yang akan diterima saat memasuki masa pensiun, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengelola manfaat tersebut dan memanfaatkan layanan TASPEN secara tepat.
“Persiapan menuju pensiun bukan hanya mengenai kapan manfaat diterima, tetapi juga bagaimana peserta memahami haknya, mampu mengelola keuangan, dan mengetahui kanal layanan yang dapat digunakan. Kami berharap pembekalan ini dapat memberikan bekal yang cukup bagi peserta untuk memasuki masa purnabakti dengan lebih siap,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, TASPEN KC Bandung berharap literasi yang diberikan dapat membantu Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah kerja TASPEN KC Bandung dapat memahami program TASPEN secara lebih utuh, mengenal perkembangan layanan digital, serta meningkatkan kesiapan finansial menjelang masa pensiun.
Ke depan, TASPEN akan terus mendorong pemanfaatan teknologi dan penguatan literasi peserta sebagai bagian dari transformasi layanan. Dengan layanan yang semakin digital, mudah, dan dekat dengan peserta, TASPEN berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan peserta di setiap tahapan perjalanan kepesertaan.
