KORAN MANDALA – Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung ditargetkan rampung pada September 2027. Pengamat tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Frans Ari Prasetyo, meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal agar pembangunan proyek BRT tidak menimbulkan persoalan baru bagi mobilitas masyarakat.
“Pembangunan BRT ini harus dipikirkan secara preventif. Jangan sampai pembangunan berjalan dulu, kemudian ketika muncul masalah baru dilakukan pembenahan. Potensi persoalan harus diantisipasi sejak awal,” Ujar Frans, Sabtu (23/8/2026).
Hal tersebut dinilai penting karena BRT nantinya akan melewati sejumlah koridor dengan karakteristik berbeda. Ada jalur yang menggunakan lajur khusus, sementara sebagian lainnya bercampur dengan lalu lintas kendaraan yang sudah ada.
“Harus dihitung kapasitas jalan dan frekuensi kendaraan yang selama ini melintas di ruas tersebut. Kemudian disimulasikan bagaimana kondisi lalu lintas setelah BRT beroperasi,” katanya.
Frans juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada penyelesaian pembangunan fisik. Jumlah calon penumpang dan keberlanjutan layanan setelah BRT beroperasi juga perlu diperhitungkan sejak sekarang.
Selain persoalan mobilitas, Frans menyoroti aspek tata kelola proyek. Menurutnya, BRT merupakan proyek dengan pembiayaan sekitar Rp3,8 triliun yang bersumber dari pinjaman World Bank dan Agence Française de Développement (AFD) melalui pemerintah pusat.
“Ketika proyek ini menggunakan dana pinjaman, ada ketentuan dari lembaga pemberi pinjaman yang harus dipenuhi. Karena itu, standar pembangunan, tata kelola, transparansi anggaran, sampai keberlanjutan proyek harus diperhatikan,” ujarnya.
Frans juga meminta pemerintah membuka informasi proyek secara jelas kepada masyarakat. Informasi mengenai pelaksana pekerjaan, nilai anggaran di setiap titik, waktu pengerjaan, hingga pihak yang melakukan pengawasan dinilai perlu mudah diakses publik.
“Keterbukaan informasi ini penting karena masyarakat merasakan langsung dampak pembangunan, baik selama pengerjaan maupun ketika BRT sudah beroperasi,” Pungkasnya

Pedagang Trotoar Otista Soroti Minim Sosialisasi Proyek BRT (Sarah/Koranmandala)
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.