KORAN MANDALA – Bandung Great Sale (BGS) 2026 kembali digelar di Laswi Heritage, Kota Bandung. Selama tiga hari, ajang belanja ini menghadirkan beragam tenant, mulai dari brand lokal hingga pelaku UMKM, dengan tawaran promo dan diskon hingga 50 persen.
Pantauan pada Jumat (21/8/2026), suasana BGS 2026 mulai dipadati pengunjung. Mereka tidak hanya berburu produk dengan harga promo, tetapi juga menikmati berbagai kegiatan dan penampilan yang digelar di area acara.
Salah seorang pengunjung, Felisa (21), mengaku tertarik datang karena banyaknya tenant yang menawarkan produk dengan harga lebih terjangkau, khususnya dari kalangan UMKM.
“Di sini banyak banget tenant-tenant, apalagi UMKM yang menarik dan juga dapat diskon untuk para pengunjung,” ujar Felisa.
Menurut Felisa, keberadaan berbagai penampilan turut membuat suasana BGS 2026 lebih semarak. Ia juga menyebut Wali Kota Bandung hadir dalam pembukaan acara.
Dari berbagai promo yang tersedia, diskon produk fashion menjadi salah satu yang paling menarik perhatiannya. Sejumlah tenant menawarkan potongan harga hingga 50 persen, sementara beberapa produk UMKM memberikan diskon sekitar 10 persen.
“Banyak banget promo fashion yang sampai 50 persen diskonnya. Tenant-tenant UMKM pun diskonnya 10 persen,” katanya.
Bagi pengunjung, potongan harga menjadi daya tarik utama BGS. Namun, bagi pelaku usaha, ajang ini bukan sekadar tempat berjualan. BGS juga menjadi momentum untuk kembali mendekatkan brand dengan konsumen di tengah persaingan penjualan digital yang semakin ketat.
Hal itu dirasakan Darwin (29), pemilik atau perwakilan tenant Witzels. Ia mengatakan keikutsertaan dalam BGS 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat kembali branding sekaligus memperluas pemasaran secara offline.
Menurut Darwin, penjualan melalui platform online belakangan mulai mengalami penurunan. Karena itu, bertemu langsung dengan konsumen menjadi salah satu strategi untuk kembali mengenalkan produk Witzels.
“Pengin mem-branding lagi brand ini. Online mulai agak sepi juga, mungkin kita mulai dari offline-nya,” ujar Darwin.
Penjualan Belum Ramai, Brand Lokal Tetap Berharap
Meski membawa berbagai promo, Darwin mengakui jumlah pengunjung pada hari pertama belum terlalu tinggi. Ia menduga kondisi tersebut masih dipengaruhi awal pelaksanaan BGS 2026.
Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis promo dan paket bundling yang ditawarkan dapat menarik konsumen. Salah satu paket produk Witzels ditawarkan mulai sekitar Rp50 ribu.
Bagi Witzels, ukuran keberhasilan mengikuti BGS tidak semata-mata dilihat dari transaksi selama tiga hari. Darwin berharap ajang tersebut juga dapat mendatangkan pelanggan baru sekaligus meningkatkan jumlah pengikut media sosial brand.
“Brand-brand lokal lainnya juga mudah-mudahan maju. Kita dari tahun 2012 sampai sekarang masih bertahan. Mudah-mudahan ke depannya brand-brand dari Bandung juga bisa berkembang lagi,” katanya.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa BGS memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar ajang berburu diskon. Di tengah persaingan dengan platform digital dan produk dari luar daerah, kehadiran ruang promosi offline menjadi kesempatan bagi brand lokal untuk kembali membangun kedekatan dengan konsumen.
BGS 2026 yang berlangsung selama tiga hari pun menjadi titik temu antara konsumen yang mencari produk dengan harga promo dan pelaku usaha yang membutuhkan ruang untuk memperluas pasar.
Bagi masyarakat, diskon hingga 50 persen menjadi magnet. Sementara bagi pelaku UMKM dan brand lokal, BGS diharapkan menjadi momentum untuk kembali meningkatkan penjualan, memperkuat branding, dan menjaga keberlangsungan bisnis lokal Bandung. (Wistia Adi Nurahman)
