KORANMANDALA.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menyiapkan tiga program pengolahan sampah untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Program tersebut dijalankan sembari menunggu Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka beroperasi.
Kepala DLH Jabar Ai Syaadiah Dwidaningsih mengatakan, saat ini terdapat tiga entitas yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah di Sarimukti.
Program pertama dilakukan bersama Hyundai untuk memanfaatkan gas metana dari timbunan sampah. Menurut Ai, pemanfaatan gas metana dapat membantu mengurangi emisi sekaligus menekan potensi kebakaran di area TPA.
Timbunan sampah yang tersisa setelah gas metana dimanfaatkan masih dapat diproses melalui kegiatan landfill mining untuk menghasilkan bahan bakar alternatif berupa Refuse Derived Fuel (RDF).
Program kedua dilakukan bersama Asiana melalui pengolahan sampah dengan metode landfill mining yang juga menghasilkan RDF.
Sementara program ketiga berupa pirolisis merupakan bagian dari program Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang akan melibatkan TNI.
”Ini akan menggandeng TNI dan kita sudah lakukan penandatanganan MoU ya Pak Gubernur kemarin di Legoknangka itu. Insyaallah ini juga mengolah sampah landfill mining nanti hasilnya adalah BBMT atau Bahan Bakar Terbarukan,” ujar Ai.
Ai mengatakan, ketiga program tersebut diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus memperpanjang masa layanan TPA Sarimukti.
”Program ini sangat strategis sekali untuk mendukung juga terkait dengan pembatasan atau mengurangi beban Sarimukti. Jadi ketika nanti sampahnya itu sudah terpilah, sudah terolah di hulu, ini kan berarti nanti yang akan diangkut ke Sarimuktinya itu akan lebih ringan,” ungkapnya.
Selain tiga program tersebut, DLH Jabar juga mendorong peningkatan pengolahan sampah organik menjadi kompos di kawasan Sarimukti.
Ai mengatakan fasilitas pengolahan organik sebenarnya telah tersedia, tetapi kapasitasnya masih terbatas. Saat ini, fasilitas tersebut baru mampu mengolah sekitar 1 ton sampah organik per hari.
”Pokoknya mah segala rupa aya di Sarimukti ya, saya pengennya seperti itu. Karena sebenarnya sekarang juga Sarimukti sudah punya penanganan organik menjadi kompos, menerima dari Cimahi kalau nggak salah, tetapi kapasitasnya masih sedikit, baru 1 ton per hari,” tutur Ai.
Menurut Ai, kapasitas pengolahan kompos tersebut diharapkan dapat ditingkatkan hingga 200 ton per hari. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, kompos juga dapat digunakan sebagai material penutup tanah di TPA Sarimukti.
”Kalau kita bisa mengolah di Sarimukti, ini kan akan terjadi sirkular lagi. Jadi A sampai Z-nya bisa kita lakukan di Sarimukti,” pungkasnya.

Volume Sampah Lebaran di Bandung Meningkat, Ratusan Titik Dipantau DLH (Humas)
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.