KORANMANDALA.COM – Aktivitas belajar mengajar di SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, sempat terancam terganggu setelah gerbang sekolah digembok oleh pihak ahli waris pada Kamis (6/8/2026) pagi.
Meski demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung setelah gerbang berhasil dibuka sekitar 30 menit kemudian.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai penggembokan tersebut sekitar pukul 06.00 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Disdik langsung mengerahkan jajaran untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak ahli waris.
Hasilnya, gerbang sekolah kembali dibuka sekitar pukul 06.30 WIB sehingga para siswa dapat mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
“Kami memahami kekhawatiran orang tua dan masyarakat atas kejadian ini. Yang menjadi perhatian utama kami adalah memastikan anak-anak tetap dapat memperoleh layanan pendidikan dengan aman dan nyaman,” kata Asep di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, Kamis (6/8/2026).
Asep menjelaskan, penggembokan tersebut berkaitan dengan sengketa kepemilikan lahan SDN 026 Bojongloa yang telah diputus pengadilan dan dimenangkan oleh pihak ahli waris. Pemerintah Kota Bandung, kata dia, menghormati putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap.
Menurutnya, sejak putusan tersebut diterbitkan, Pemkot Bandung terus membangun komunikasi dengan pihak ahli waris agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
“Pada saat itu Pemerintah Kota Bandung mengharapkan pihak ahli waris tidak melakukan penggembokan agar proses belajar mengajar tetap berjalan dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan relokasi SDN 026 Bojongloa. Pemkot telah membeli lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, pada 2025.
Selain itu, anggaran pembangunan gedung sekolah baru telah disiapkan pada 2026.
Namun, rencana pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan karena masih menghadapi penolakan dari sebagian warga di sekitar lokasi.
Disdik bersama aparat kewilayahan dan sejumlah pihak terkait saat ini terus melakukan pendekatan persuasif agar pembangunan sekolah relokasi dapat segera dimulai.
Asep mengatakan lokasi baru memiliki luas yang lebih besar dibandingkan sekolah saat ini. Kehadiran sekolah tersebut dinilai mendesak mengingat tingginya kebutuhan layanan pendidikan dasar di Kecamatan Bojongloa Kidul.
Data Disdik Kota Bandung mencatat, pada 2027 akan terdapat sekitar 1.469 anak yang memasuki jenjang sekolah dasar. Sementara daya tampung SD negeri dan swasta di wilayah tersebut hanya sekitar 1.154 kursi, sehingga masih terjadi kekurangan sekitar 300 kursi.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, sejumlah sekolah negeri di Kecamatan Bojongloa Kidul saat ini telah menerapkan sistem pembelajaran dua sif.
Pemerintah Kota Bandung berharap seluruh pihak dapat mendukung percepatan pembangunan sekolah relokasi agar kebutuhan layanan pendidikan di wilayah tersebut dapat terpenuhi dan peristiwa serupa tidak kembali mengganggu aktivitas belajar para siswa.
