KORANMANDALA.COM –Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Soni Daniswara, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan faktor terpenting dalam meminimalkan dampak bencana.
Menurutnya, secanggih apa pun sistem peringatan dini, keselamatan warga tetap bergantung pada kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Soni menjelaskan, bencana merupakan peristiwa yang sulit diprediksi. Meski informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat membantu memberikan peringatan, masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada teknologi.
“Jepang menjadi contoh bagaimana sebuah negara membangun budaya kesiapsiagaan bencana. Masyarakatnya dibiasakan menghadapi situasi darurat sejak usia dini, sehingga mampu meminimalkan korban jiwa ketika gempa terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, budaya siaga harus dibangun melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi secara berkelanjutan agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Soni juga membagikan pengalamannya saat terlibat dalam penanganan bencana di Lombok dan Palu. Dari pengalaman tersebut, ia menyimpulkan bahwa tidak ada daerah yang benar-benar siap menghadapi bencana tanpa latihan, edukasi, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Selain kesiapan menghadapi bencana alam, ia menilai ketahanan daerah juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Masyarakat, kata dia, harus memiliki mental yang tangguh agar mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam kondisi darurat.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan logistik yang matang, mulai dari ketersediaan kebutuhan pokok hingga koordinasi antarlembaga. Hal itu dinilai penting mengingat Kota Bandung memiliki sejumlah potensi ancaman bencana, termasuk risiko yang dipicu aktivitas Sesar Lembang.
Tak hanya bencana alam, Soni mengingatkan bahwa Kampung Siaga Bencana juga harus mampu merespons bencana nonalam dan persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, maraknya praktik judi online dan pinjaman online ilegal telah menjadi ancaman sosial yang dapat melemahkan ketahanan keluarga serta memicu meningkatnya tindak kriminalitas.
Karena itu, ia berharap pembentukan Kampung Siaga Bencana “JAWARA” di Kecamatan Coblong dapat menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam memperkuat mitigasi bencana sekaligus membangun ketahanan sosial di tingkat kewilayahan.
“Kunci ketahanan sebuah kota bukan hanya pada infrastrukturnya, tetapi juga pada manusia yang siap, peduli, dan mau saling membantu ketika bencana datang,” tegas Soni.
