ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Sejumlah pelaksana proyek di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung diduga menjadi korban penipuan dengan modus mengatasnamakan pejabat dinas. Salah seorang korban bahkan mengalami kerugian hingga Rp25 juta setelah mentransfer uang kepada pelaku yang mengaku membutuhkan dana talangan untuk keperluan kantor.
Korban menuturkan, awalnya ia menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang menggunakan identitas seorang kepala bidang (kabid) di DPKP Kota Bandung. Pelaku kemudian menyampaikan bahwa Kepala Dinas DPKP ingin berkomunikasi dan meminta korban menalangi dana operasional yang diklaim akan dikembalikan keesokan harinya.
“Awalnya saya ragu. Untuk memastikan, saya sempat menelepon nomor tersebut. Panggilan diangkat dan dijawab, ‘Punten, saya bersama Pak Kadis DPKP sedang ada giat, nanti saya hubungi kembali’,” ujar korban di Bandung, Senin, 27 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
Debut Manis Gabriel Mutombo Bersama Persib, Clean Sheet dan Atmosfer Bobotoh Bikin Terpukau
Tak lama kemudian, pelaku kembali menghubungi korban melalui pesan singkat dan meminta agar segera mentransfer uang sebesar Rp25 juta. Pelaku juga menjanjikan adanya paket pekerjaan lain kepada korban.
“Ada keperluan kantor mau abdi selesaikan, kebetulan dana kantor tidak mencukupi. Mudah-mudahan ibu bisa bantu talangi sementara kekurangannya, kurangnya Rp25 juta, pengembaliannya besok siang,” tulis pelaku dalam pesan yang diterima korban.
Karena meyakini orang yang menghubunginya merupakan pejabat DPKP, korban akhirnya mentransfer uang sesuai permintaan.
Korban mengaku semakin heran setelah mengetahui pelaku memahami identitas dirinya, pekerjaan yang sedang dikerjakan, hingga menawarkan proyek lain.
“Kalau memang penipu, kenapa pelaku mengetahui nama dan detail pekerjaan yang sedang saya kerjakan, bahkan mengiming-imingi paket pekerjaan lain? Dari mana dia mendapat informasi itu?” kata korban.
Belakangan, korban mengetahui dirinya bukan satu-satunya yang menjadi sasaran. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, sejumlah pelaksana proyek lain juga diduga mengalami penipuan dengan modus serupa.
“Ternyata bukan saya sendiri korbannya. Ada rekan lain juga mengalami hal yang sama. Saya langsung lemas karena uang itu saya pinjam dari teman untuk tambahan modal pekerjaan,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Kepala DPKP Kota Bandung, Luthfi Firdaus, belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang telah dikirimkan melalui surat maupun pesan WhatsApp.
Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pelaku dapat mengetahui identitas pelaksana proyek beserta informasi pekerjaan yang sedang dijalankan. Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan sumber informasi tersebut maupun adanya keterlibatan pihak tertentu.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian aparat penegak hukum untuk mengusut pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya penyalahgunaan data yang digunakan dalam aksi penipuan tersebut.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






