ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Musim kemarau panjang yang terjadi saat ini berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kekeringan lahan hingga meningkatnya risiko kebakaran, baik akibat faktor alam maupun kelalaian manusia.
Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, mengatakan pihaknya menemukan beberapa kejadian kebakaran kecil di area TPA. Namun, penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti, apakah akibat faktor kesengajaan atau kondisi alam.
“Memang kekeringan ini yang sangat terdampak adalah TPA. Sekarang juga sudah ada beberapa kejadian kecil, kita juga tidak tahu apakah ada yang iseng atau apa,” kata Jujun, Kamis (30/7/2026).
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, potensi kebakaran di TPA saat musim kemarau cukup besar secara ilmiah karena adanya kandungan gas metan dari bawah timbunan sampah serta oksigen dari udara.
“Dari dulu juga tidak pernah ketahuan penyebabnya, tapi yang pasti potensi kekeringan atau kebakaran ini sangat besar. Kenapa? Karena dari bawah itu ada gas metan, dari atas ada oksigen, jadi memang risiko yang harus kami hadapi setiap musim kemarau,” jelasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, DLH Garut telah menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi kebakaran di area TPA, mulai dari penyediaan tanah urugan hingga cadangan air untuk proses pemadaman.
“Musim kemarau itu bagaimana kita memitigasi solusinya. Kita persiapkan tanah urugan untuk penutupan pemadaman, plus air. Untuk airnya kita sudah memiliki dua embung dengan kapasitas hampir 25 kubik,” ujar Jujun.
Menurutnya, persediaan air tersebut dinilai cukup berdasarkan pengalaman kejadian kebakaran sebelumnya. Dengan kapasitas sekitar 25 kubik atau setara lima mobil tangki, kebutuhan pemadaman dalam kondisi darurat masih dapat terpenuhi.
“Dari pengalaman yang sudah-sudah, dengan 25 kubik kurang lebih sekitar lima tangki. Dalam kondisi yang paling parah dulu memang sampai lima tangki. Jadi saya kira persiapan kita cukup, kalaupun terjadi hal-hal buruk, dari sisi air ada yang standby di TPA,” tuturnya.
Jujun juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan selama musim kemarau. Selain kondisi yang kering, angin kencang juga dapat mempercepat penyebaran api.
“Kepada masyarakat, yang pasti jangan sekali-kali membakar sampah. Kadang sekarang banyak daun kering langsung dibakar, seperti petani yang membakar sisa tanaman lalu ditinggalkan. Itu juga berpotensi menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






