KORANMANDALA.COM –Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, permintaan bambu mulai bermunculan di Kota Bandung.
Bambu menjadi kebutuhan yang paling dicari untuk tiang bendera, pemasangan umbul-umbul, hingga perlengkapan lomba panjat pinang.
Namun, di balik mulai tumbuhnya permintaan tersebut, para pedagang mengaku belum bisa bernapas lega. Penjualan masih lesu, sementara harga beli bambu dari pemasok mengalami kenaikan sehingga memangkas keuntungan mereka.
Pengangguran Kota Bandung Masih Tinggi, Lapangan Kerja Belum Mampu Kejar Pertumbuhan Angkatan Kerja
Salah seorang pedagang bambu di Kota Bandung, Wahyu (50), mengatakan dirinya mulai menyiapkan stok untuk menghadapi musim penjualan menjelang Hari Kemerdekaan. Menurutnya, bambu berukuran kecil untuk tiang bendera dan bambu berukuran besar untuk panjat pinang menjadi jenis yang paling banyak dicari pembeli.
“Yang paling banyak dicari sekarang bambu kecil buat tiang bendera sama bambu buat panjat pinang,” kata Wahyu, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pembeli berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga, pengurus RT/RW, Karang Taruna, hingga komunitas yang mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan perayaan 17 Agustus.
Meski demikian, geliat pasar belum terasa signifikan. Menurut Wahyu, lonjakan pembeli biasanya baru terjadi memasuki awal Agustus ketika berbagai lingkungan mulai memasang atribut kemerdekaan.
“Biasanya mulai ramai dari tanggal 1 Agustus. Sekarang masih belum terlalu ramai karena orang-orang baru mulai persiapan,” ujarnya.
Wahyu mengaku kondisi tahun ini tidak sebaik musim perayaan kemerdekaan sebelumnya. Selain jumlah pembeli yang belum meningkat, harga beli bambu dari pemasok juga naik. Di sisi lain, ia memilih tidak menaikkan harga jual agar tetap terjangkau bagi pelanggan.
“Harga belinya naik, tapi harga jual tetap. Jadi untungnya lebih sedikit. Mudah-mudahan tahun ini penjualannya bisa kembali normal,” katanya.
Saat musim penjualan berjalan normal, Wahyu mengaku mampu menjual ribuan batang bambu selama perayaan HUT RI. Karena itu, ia berharap semangat masyarakat menyambut Hari Kemerdekaan tahun ini mampu mendongkrak kembali penjualan yang hingga kini masih belum menunjukkan peningkatan berarti. (Wistia Adi Nurrahman/MG)
