ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Garut (ITG) Tahun 2026 untuk menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas masyarakat desa melalui inovasi, edukasi, dan pemanfaatan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan saat melepas secara resmi 378 mahasiswa KKN ITG di Yayasan Al Musaddadiyah Garut, Jalan Mayor Syamsu, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin, 27 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Syakur memaparkan kondisi Kabupaten Garut yang berpenduduk sekitar 2,8 juta jiwa dengan luas wilayah terbesar ketiga di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, Garut masih menghadapi tantangan di sektor kesehatan, pendidikan, dan perekonomian yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Ia menilai keberadaan mahasiswa memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan daerah, terlebih jumlah masyarakat Garut yang menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana masih relatif rendah.
“Sehingga saya berharap kepada mahasiswa yang melaksanakan KKN ke daerah itu akan banyak membantu akselerasi pembangunan di daerah-daerah,” ujar Syakur.
Bupati juga meminta para mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki kemampuan untuk lebih cepat memahami perkembangan teknologi dan perubahan zaman sehingga dapat membantu masyarakat memanfaatkannya sebagai peluang.
“Mahasiswa harus membantu masyarakat melalui edukasi, membuka wawasan, dan mengubah cara berpikir agar teknologi tidak dipandang sebagai ancaman, tetapi menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Ia berharap berbagai program KKN mampu mendorong produktivitas, kreativitas, serta kemandirian masyarakat desa melalui penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Garut, Hilmi Aulawi, mengatakan KKN ITG 2026 diikuti 378 mahasiswa yang dibagi ke dalam 17 kelompok. Mereka akan menjalankan program pengabdian masyarakat di Kecamatan Cigedug dan Kecamatan Cikajang mulai 27 Juli hingga 29 Agustus 2026.
Menurut Hilmi, seluruh program kerja telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan sehingga mahasiswa dapat langsung menjalankan kegiatan setibanya di lokasi KKN.
Program yang akan dilaksanakan antara lain pengelolaan sampah, pengembangan website desa, digitalisasi UMKM, hingga pengembangan sarana dan prasarana infrastruktur desa.
“Seluruh peserta sudah memiliki program kerja. Jadi ketika tiba di lokasi, mereka bisa langsung bekerja. Kami ingin pelaksanaan KKN lebih banyak diisi aksi nyata daripada sekadar rapat atau perencanaan,” ujar Hilmi.
Di akhir kegiatan, Hilmi berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, memperkuat solidaritas, serta memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat selama menjalankan KKN.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






