KORANMANDALA.COM – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk memperkuat literasi media bagi anak-anak. Berkolaborasi dengan SD Interaktif Gemilang Mutafannin dan RSGM Unjani, KPID Jabar menggelar sosialisasi siaran ramah anak melalui metode story telling.
Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengatakan metode dongeng dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami anak-anak sekaligus menjadi cara efektif mengenalkan pentingnya memilih tontonan yang sehat sejak dini. Menurutnya, KPID Jabar menjadi satu-satunya KPID di Indonesia yang secara konsisten menggunakan pendekatan tersebut dalam kegiatan literasi media.
”Kami memilih metode storytelling karena hingga saat ini KPID Jawa Barat menjadi satu-satunya KPID di Indonesia yang melakukan literasi media dengan pendekatan tersebut. Harapannya, anak-anak yang sejak lahir sudah akrab dengan gawai dan internet dapat memahami pentingnya bermedia secara bijak. Kami ingin menyampaikan bahwa adik-adik adalah generasi penerus, harapan keluarga, harapan Kabupaten Bandung Barat, harapan Jawa Barat, sekaligus harapan Indonesia.” kata Adiyana, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tingginya penggunaan gawai pada anak menjadi perhatian serius. Berdasarkan data nasional, sekitar 75 persen anak berusia 6 hingga 17 tahun telah menggunakan gawai, sementara Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan jumlah pengguna yang besar.
”Data nasional menunjukkan sekitar 75 persen anak usia 6 hingga 17 tahun merupakan pengguna gawai, di mana Jawa Barat menyumbang porsi sangat besar. Ketika anak-anak mengakses media sosial atau gim tanpa kontrol, mereka terancam oleh konten-konten tak sesuai umur,” Ujarnya
Adiyana mengimbau orang tua untuk lebih selektif dalam memberikan akses media kepada anak. Ia menilai televisi dan radio masih menjadi pilihan yang lebih aman karena memiliki regulasi serta konten yang lebih terjaga dibandingkan media sosial.
“Daripada diberikan HP yang berisiko merusak pola pikir, masih mending diarahkan menonton kartun di televisi yang regulasi dan edukasinya lebih terjamin,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Tuti Turimayanti. Ia menilai perlindungan anak di era digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga, terutama orang tua.
Menurut Tuti, pengawasan terhadap penggunaan gawai harus dimulai dari rumah. Di sisi lain, DPRD Jawa Barat juga mendorong penguatan regulasi agar perlindungan anak semakin relevan dengan tantangan perkembangan teknologi digital.
”Pengawasan utama tetap berada di tangan orang tua, khususnya sosok ibu yang memiliki ikatan sangat dekat dengan anak. Mengenai payung hukum, saat ini masih berlaku Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Ke depan, kami di DPRD mendorong adanya revisi atau penguatan pasal-pasal di dalamnya agar lebih responsif terhadap tantangan digital,” tutur Tuti.
Kepala SD Interaktif Gemilang Mutafannin, Jajang Abdul Wahid, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan kebiasaan menggunakan gawai yang meningkat sejak pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 perlu diimbangi dengan aktivitas yang lebih positif.
”Melalui kegiatan ini, para siswa diajarkan cara membatasi penggunaan gawai secara bijak dan mengarahkannya untuk kegiatan belajar. Anak-anak juga diajak kembali mengenal permainan tradisional sebagai alternatif interaksi sosial yang menyenangkan dan aman,” jelas Jajang.
Sementara itu, Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, mengingatkan bahwa perlindungan anak pada masa kini tidak hanya berkaitan dengan keamanan fisik, tetapi juga perlindungan dari paparan informasi di ruang digital dan media penyiaran.
”Momentum Hari Anak Nasional 2026 ini menjadi refleksi bersama bahwa melindungi anak saat ini sangat erat kaitannya dengan dunia penyiaran dan digitalisasi. Membiarkan anak tanpa pengawasan saat menyaksikan konten media sama saja dengan membiarkan mereka tanpa perlindungan,” pungkas Almadina.
Melalui kegiatan yang diikuti ratusan siswa beserta orang tua tersebut, KPID Jawa Barat bersama sekolah dan DPRD berkomitmen memperkuat edukasi literasi media guna menciptakan lingkungan siaran dan ruang digital yang aman, ramah anak, serta edukatif.

Peringati Hari Anak KPID Jabar Kampanyekan Siaran Ramah Anak Lewat Story telling
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.