ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja K, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus promosi judi online yang marak beredar di ruang digital. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan keamanan siber, tetapi juga etika dalam beraktivitas di media sosial.
Ardi mengatakan praktik promosi judi online bukanlah masalah baru. Pelaku memanfaatkan ruang digital yang terbuka untuk menyasar masyarakat melalui berbagai cara, mulai dari media sosial hingga telepon spam.
”Yang kita bicarakan ini adalah sesuatu yang sudah menjadi masalah sejak lama, bukan hal yang baru. Dan ini bukan terkait dengan masalah keamanan siber semata, tetapi bagaimana kita beretika dalam bergaul di media sosial di era digital,” kata Ardi Saat dihubungi Koran Mandala Senin (20/7/2026)
Ia mengibaratkan ruang siber sebagai hutan belantara yang dipenuhi predator. Karena pengguna internet tidak saling mengenal, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku penipuan maupun penyelenggara judi online untuk mencari korban.
”Ruang siber itu ibarat hutan belantara. Di dalam hutan belantara itu predatornya banyak sekali. Kita tidak saling mengenal. Ini yang harus dipahami ketika kita beraktivitas di internet,” ujarnya.
Menurut Ardi, kondisi ekonomi yang masih sulit turut dimanfaatkan oleh pelaku judi online dengan menawarkan iming-iming keuntungan instan atau “angin surga” kepada masyarakat.
Untuk mengurangi risiko menjadi sasaran, ia menyarankan masyarakat hanya menerima panggilan maupun pesan dari nomor yang sudah dikenal dan tersimpan di daftar kontak.
”Kalau memang tidak berniat atau tidak ingin terlibat dalam kegiatan ilegal seperti judi online, sebaiknya hanya menerima pesan atau telepon dari nomor-nomor yang memang kita kenal dan sudah terdaftar di address book kita,” katanya.
Ardi juga mengingatkan bahwa setiap ponsel telah dilengkapi fitur keamanan yang dapat dimanfaatkan untuk memblokir nomor mencurigakan. Menurutnya, pelaku kini menggunakan robot untuk mengirim promosi secara masif melalui berbagai nomor prabayar.
”Itu sebenarnya bisa kita atur, karena di setiap ponsel sudah ada pengaturan-pengaturan tersebut di menu setting. Nomor-nomor yang tidak jelas bisa kita blokir, karena sekarang mereka sangat intensif mempromosikan judi online menggunakan robot,” ujarnya.
Ia menegaskan masyarakat tidak boleh tergiur dengan janji keuntungan dari judi online karena di baliknya terdapat unsur penipuan.
”Yang namanya judi online itu hampir semuanya ada aspek penipuan di baliknya. Jangan sekali-kali kita melibatkan diri dalam kegiatan judi. Yang jelas tidak ada judi online yang membuat orang menang. Mungkin dikasih menang satu kali, tetapi berikutnya pasti kalah,” tegas Ardi.
Di akhir penyampaiannya, Ardi mengimbau masyarakat menjauhi aktivitas yang merugikan diri sendiri, terutama di ruang digital yang menurutnya penuh dengan berbagai ancaman.
”Saya cuma ingin mengimbau, tolong teman-teman hindarilah kegiatan-kegiatan yang merusak dan merugikan diri kita, apalagi kegiatan di ruang digital. Karena ketika kita memasuki ruang digital, ibaratnya kita memasuki sebuah hutan belantara yang isinya banyak predator dan kita tidak saling mengenal,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






