ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 perlu dievaluasi secara menyeluruh. Hal ini menyusul berbagai persoalan teknis dan regulasi yang muncul selama proses berlangsung.
Menurut Siti Muntamah, sejak awal Komisi V telah mengawal pelaksanaan SPMB dengan menerima berbagai masukan dari masyarakat. Ia turun langsung ke lapangan, serta membahas beragam polemik yang terjadi selama proses penerimaan murid baru.
”Jadi, pertama kalau saya melihat SPMB itu, dari awal kami sudah mengawal masukan-masukan masyarakat, melihat langsung di lapangan, kemudian juga banyak polemik-polemik yang ada. Saya berharap ada laporan khusus tentang SPMB ini,” kata Siti Muntamah Selasa 14 Juli 2026
Ia menegaskan pelaksanaan SPMB 2026 tidak bisa dianggap berjalan tanpa persoalan. Menurutnya, berbagai kendala yang muncul justru berdampak langsung kepada peserta didik, keluarga, dan masyarakat yang mengikuti proses penerimaan murid baru.
”Jangan dibilang baik-baik saja karena sesungguhnya SPMB tahun 2026 ini lebih banyak persoalan yang muncul, baik secara teknis maupun regulatif. Yang merasa dirugikan itu adalah anak didik kita sendiri, keluarga, juga masyarakat yang memberikan perhatian terhadap penerimaan murid baru,” ujarnya.
Meski tahapan SPMB telah selesai, Siti menilai seluruh persoalan yang terjadi tetap harus diinvestigasi dan dijadikan bahan evaluasi agar tidak terulang pada pelaksanaan berikutnya.
“Memang sudah selesai, tapi bukan berarti persoalan-persoalan yang muncul tidak diinvestigasi. Apa yang sudah terjadi harus menjadi catatan penting supaya tidak terulang lagi,” ucapnya.
Sementara itu, mengenai nasib calon murid yang sebelumnya belum tertampung dalam program Sekolah Maung akibat kendala sistem, Siti menyebut sebagian di antaranya telah diterima melalui jalur reguler.
“Ada sebagian yang sudah masuk ke reguler. Kan kita minta ke reguler, karena ternyata di Maung itu juga tidak ada yang mengundurkan diri,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






