KORANMANDALA.COM –Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Festival Layang-Layang Internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di kawasan wisata Tepas Papandayan, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Berbagai persiapan telah dilakukan menjelang pelaksanaan festival yang akan diikuti peserta dari sejumlah negara tersebut. Mulai dari penyiapan lokasi kegiatan, akomodasi, area parkir, stan UMKM, hingga pengurusan perizinan.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan saat ini pihaknya masih menyelesaikan proses perizinan penyelenggaraan kegiatan.
Kapolres Garut Silaturahmi ke Makodim 0611/Garut, Perkuat Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri
“Sekarang kami sedang mengurus perizinan. Prosesnya dimulai dari Polres, kemudian ke Polda hingga Mabes Polri karena kegiatan ini melibatkan tamu dari luar negeri. Minggu ini masih dalam proses, mudah-mudahan segera selesai,” kata Beni, Selasa (14/7/2026).
Untuk akomodasi peserta, Disparbud telah bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Para peserta internasional direncanakan menginap di Hotel Mercure Garut.
“Hotel sudah disiapkan melalui kerja sama dengan PHRI. Rencananya para peserta layang-layang akan menginap di Hotel Mercure. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Beni menjelaskan, hingga saat ini peserta dari luar negeri berasal dari 13 negara dengan jumlah sekitar 23 hingga 30 orang. Sementara peserta dari dalam negeri berasal dari tujuh provinsi dengan jumlah sekitar 15 orang.
“Peserta dari luar negeri sekitar 23 sampai 30 orang yang mewakili 13 negara. Sedangkan dari Indonesia berasal dari tujuh provinsi dengan jumlah sekitar 15 orang. Total kontingen diperkirakan mencapai 30 hingga 50 orang,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Disparbud juga telah menyiapkan tiga lokasi alternatif sebagai area parkir.
“Area parkir ada tiga alternatif, yaitu di Alun-alun Cisurupan, lahan sewaan seluas sekitar setengah hektare di bawah lokasi festival, dan kawasan Gunung Jaya. Jadi ada tiga titik yang disiapkan,” kata Beni.
Sementara itu, penjualan tiket festival terus berlangsung. Berdasarkan data sementara, sebanyak sekitar 1.200 tiket telah terjual dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah mendekati hari pelaksanaan.
“Penjualan tiket masih berjalan. Berdasarkan informasi dari panitia, saat ini sudah sekitar 1.200 tiket terjual. Biasanya menjelang hari H akan terus bertambah,” ungkapnya.
Selain pertunjukan layang-layang internasional, festival juga akan diramaikan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Panitia menyiapkan sebanyak 165 stan, terdiri atas 50 stan khusus untuk UMKM lokal Garut dan 115 stan lainnya yang dapat diisi oleh peserta dari luar daerah.
“Kami mengutamakan UMKM Garut. Ada sekitar 50 stan khusus bagi pelaku UMKM lokal dengan berbagai produk, mulai dari kuliner, kerajinan hingga ekonomi kreatif. Biaya yang dikenakan hanya untuk kebersihan, sekitar Rp100 ribu per hari, sehingga diharapkan masih terjangkau bagi pelaku UMKM,” tutup Beni.
