ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Aktivitas parkir liar dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di atas trotoar memicu kemacetan di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026). Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya jumlah pengunjung ke Museum Geologi.
Sejak siang, arus kendaraan di ruas Jalan Diponegoro mulai tersendat. Sejumlah mobil terlihat parkir di bahu jalan meski di lokasi telah terpasang rambu larangan parkir.
Akibatnya, kapasitas jalan berkurang karena satu lajur tidak dapat digunakan secara optimal.
ADVERTISEMENT
Bandara Husein Dibuka Lagi, HP2B Minta Pemkot Bandung Benahi Kawasan Pasar Baru
Kemacetan diperparah dengan keberadaan PKL yang berjualan di atas trotoar. Ruang bagi pejalan kaki menjadi terbatas sehingga sebagian pengunjung terpaksa berjalan di badan jalan. Situasi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Salah seorang pengemudi ojek online, Heru, mengatakan kondisi tersebut kerap terjadi saat Museum Geologi dipadati pengunjung.
“Kalau lagi ramai pengunjung Museum Geologi pasti macet, Kang. Mobil banyak yang parkir di pinggir jalan padahal sudah ada rambu larangan parkir. Ditambah PKL di trotoar, orang jadi jalan di badan jalan, jadinya makin padat,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir di bahu jalan serta menata PKL di kawasan Museum Geologi. Penataan tersebut dinilai penting untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di Jalan Diponegoro.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






