KORANMANDALA.COM –Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara pada 17 September 2026 mendatang dinilai menjadi peluang menghidupkan kembali sektor perdagangan di Kota Bandung. Namun, momentum tersebut diperkirakan tidak akan berdampak signifikan jika pemerintah tidak segera membenahi kawasan wisata belanja, khususnya Pasar Baru.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, mengatakan Pasar Baru selama ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang datang ke Bandung, baik dari luar negeri maupun berbagai daerah di Indonesia.
“Selama ini bukan hanya wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang belanja ke Pasar Baru. Banyak juga dari Surabaya, Padang sampai Lampung. Bahkan mereka lebih memilih datang ke Bandung daripada ke Jakarta untuk berbelanja,” ujar Iwan.
Bandung Masuk Empat Besar Kota dengan Pemain Judi Online Terbanyak, ASN Pemkot Bandung Dikawal Ketat
Ia mengungkapkan, berdasarkan data BPS tahun 2019, sekitar 30 persen dari empat juta wisatawan yang datang ke Kota Bandung masuk melalui Bandara Husein Sastranegara. Sebagian besar di antaranya merupakan wisatawan belanja yang berkunjung ke Pasar Baru.
Karena itu, menurut Iwan, beroperasinya kembali Bandara Husein berpotensi mengembalikan denyut ekonomi para pedagang yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Namun, ia mengingatkan pembukaan bandara tidak otomatis mendatangkan manfaat apabila kondisi kawasan perdagangan masih semrawut.
“Jangan sampai kita sudah meminta bandara dibuka, tetapi ketika wisatawan datang justru pelayanan, infrastruktur, dan kawasannya belum siap. Kesempatan itu bisa hilang begitu saja,” katanya.
Iwan menilai Pemerintah Kota Bandung harus menjadikan reaktivasi Bandara Husein sebagai momentum untuk membenahi wajah kawasan Pasar Baru. Pembenahan tidak cukup hanya pada promosi wisata, tetapi juga menyentuh persoalan yang selama ini dikeluhkan pengunjung.
Ia menyoroti kondisi jalan di sekitar Pasar Baru yang perlu diperbaiki, penerangan kawasan yang masih kurang, hingga keberadaan parkir liar dan pedagang kaki lima yang dinilai perlu ditata agar kawasan lebih nyaman bagi wisatawan.
“Kalau wisatawan datang lalu melihat jalan rusak, parkir semrawut, trotoar tidak nyaman, mereka bisa kapok datang lagi. Padahal yang kita harapkan mereka kembali dan mengajak orang lain datang ke Bandung,” ujarnya.
Selain pembenahan fisik, Iwan juga meminta organisasi perangkat daerah yang menangani sektor perdagangan dan pariwisata lebih aktif meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Di sisi lain, ia memastikan para pedagang Pasar Baru telah bersiap menyambut meningkatnya kunjungan wisatawan setelah Bandara Husein kembali beroperasi. Menurutnya, pelayanan kepada pembeli akan menjadi salah satu faktor penting agar wisata belanja Bandung kembali kompetitif.
“Pedagang siap. Tinggal sekarang bagaimana pemerintah juga menyiapkan ekosistemnya supaya peluang dari dibukanya Bandara Husein benar-benar bisa menggerakkan ekonomi Kota Bandung,” katanya.
