ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Aktivitas proyek perbaikan trotoar di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, memunculkan persoalan baru. Jalur pedestrian yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki kini tertutup area pekerjaan, sehingga warga terpaksa berjalan di bahu jalan dan berdekatan dengan arus kendaraan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (6/7/2026), sebagian besar trotoar dipenuhi material bangunan, alat kerja, hingga truk pengangkut material proyek. Kondisi tersebut membuat akses bagi pejalan kaki nyaris tidak tersedia.
Pihak pelaksana proyek memang telah memasang rambu-rambu peringatan, pembatas jalan, serta pengaturan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam bagi kendaraan yang melintas.
ADVERTISEMENT
Sampah Menggunung di Pasar Gedebage Bandung, Bau Menyengat Dikeluhkan Pembeli
Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu memberikan rasa aman bagi pejalan kaki karena tidak tersedia jalur alternatif khusus selama pekerjaan berlangsung.
Akibatnya, masyarakat yang melintas harus turun ke bahu jalan, bahkan berjalan di sisi badan jalan yang masih dilalui kendaraan. Situasi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan di Jalan Ahmad Yani cukup padat.
Salah seorang warga, Kiki Kurnia (33), mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, proyek perbaikan trotoar memang penting, tetapi keselamatan pejalan kaki juga harus menjadi prioritas selama proses pengerjaan berlangsung.
“Saya mendukung trotoarnya diperbaiki supaya lebih bagus. Tapi selama proyek berjalan, seharusnya ada jalur khusus buat pejalan kaki. Sekarang kami terpaksa jalan di pinggir jalan, padahal kendaraan ramai dan cukup berbahaya,” ujar Kiki saat ditemui di lokasi.
Kiki berharap kontraktor maupun pemerintah dapat menyediakan akses sementara yang aman agar masyarakat tidak harus berjalan berdampingan dengan kendaraan bermotor.
“Kalau ada pembatas atau jalur sementara kan pejalan kaki jadi lebih tenang. Jangan sampai ada korban dulu baru diperbaiki sistem pengamanannya,” tambahnya.
Selain membahayakan keselamatan pejalan kaki, keberadaan proyek juga menyebabkan arus lalu lintas melambat. Kendaraan terpaksa mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan demi menghindari pengguna jalan yang berjalan di sisi aspal.
Kondisi ini menjadi ironi di tengah upaya Pemerintah Kota Bandung mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan dan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki. Infrastruktur pedestrian seharusnya tetap menjamin keselamatan pengguna, termasuk saat proses pembangunan atau perbaikan berlangsung.
Masyarakat berharap proyek perbaikan trotoar dapat segera dirampungkan. Selama pekerjaan masih berlangsung, pelaksana proyek juga diharapkan menyediakan jalur sementara yang aman dan layak bagi pejalan kaki agar mereka tidak lagi dipaksa berbagi ruang dengan kendaraan bermotor. (Adi/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






