KORANMANDALA.COM – Musibah kebakaran yang meluluhlantakkan tiga rumah di Kampung Cisewu, RT 02 RW 01, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, tak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga memupus harapan tiga perempuan kepala keluarga yang kini harus memulai hidup dari nol.
Ketiga korban, yakni Titin, Yani, dan Deni, kehilangan tempat tinggal setelah kobaran api melahap rumah mereka pada Selasa (30/6/2026).
Sebagai perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, mereka kini menghadapi kenyataan pahit harus mencari nafkah sekaligus memikirkan tempat berteduh.
Polresta Bandung Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak 13 Tahun di Ciparay
Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mendesak Pemerintah Kabupaten Garut segera mengambil langkah konkret agar para korban tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.
Saat mengunjungi lokasi kebakaran pada Rabu (1/7/2026) malam, Yudha menyerahkan bantuan sekaligus meminta pemerintah mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), untuk membangun kembali rumah para korban.
Dalam kunjungan itu, Yudha didampingi Camat Cisewu Ade Poniman beserta jajaran, unsur Babinsa, pendamping sosial Desa Cisewu, serta pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cisewu.
Menurut Yudha, kondisi ketiga korban sangat memprihatinkan. Mereka selama ini menggantungkan hidup dari pekerjaan sektor informal dengan penghasilan yang terbatas.
Titin mencari nafkah dengan mengumpulkan barang bekas dan sesekali menjadi tukang pijat, sementara Yani berjualan bubur demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Saya meminta kepada Bupati Garut untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR, Baznas, dan Disperkim agar Ibu Titin, Ibu Yani, dan Ibu Deni yang semuanya perempuan kepala keluarga dapat membangun kembali rumahnya,” ujar Yudha.
Tak hanya berharap bantuan dari pemerintah daerah, Yudha juga mendorong Kementerian Sosial segera melakukan asesmen agar ketiga korban dapat diusulkan menerima bantuan melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST).
Ia meminta pendamping sosial di Kecamatan Cisewu segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi sehingga proses asesmen oleh Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kementerian Sosial dapat segera dilakukan.
“Saya berharap ketiga keluarga ini diprioritaskan memperoleh bantuan Rumah Sejahtera Terpadu dari Kementerian Sosial setelah dilakukan asesmen,” katanya.
Yudha menilai pemulihan pascakebakaran tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Baznas, dunia usaha melalui program CSR, hingga masyarakat agar para korban dapat segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Semoga kita bisa bahu-membahu mencari solusi, khususnya bagi ketiga janda yang mengalami musibah ini, serta masyarakat Garut lainnya yang tertimpa bencana,” tuturnya.
