KORANMANDALA.COM –Minimnya jumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, kembali menjadi sorotan warga.
Jalan yang dikenal sebagai salah satu jalur utama dengan volume kendaraan tinggi itu dinilai belum ramah bagi pejalan kaki karena hanya memiliki satu JPO yang kondisinya sudah tidak layak digunakan.
Akibatnya, banyak warga terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberang langsung di tengah derasnya arus kendaraan yang melintas setiap hari.
Rahmi Ayunda (33), warga Parakaansaat, mengaku sering diliputi rasa cemas setiap kali harus menyeberang Jalan Soekarno-Hatta untuk berbelanja ke kawasan Margahayu.
Menurutnya, kecepatan kendaraan yang melintas, baik mobil maupun sepeda motor, membuat proses menyeberang menjadi sangat berbahaya.
“Kalau mau belanja ke arah Margahayu pasti harus menyeberang. Kendaraannya ngebut semua, jadi sering was-was. Kadang harus menunggu lama sampai benar-benar ada celah untuk bisa menyeberang,” ujar Rahmi, Selasa (1/7/2026).
Ia berharap Pemerintah Kota Bandung bersama instansi terkait segera membangun tambahan JPO di beberapa titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Kalau ada JPO tentu lebih aman. Sekarang pilihannya cuma nekat menyeberang di jalan atau memutar cukup jauh,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Bagus (17), seorang pelajar yang setiap hari menggunakan angkutan umum untuk berangkat ke sekolah. Ia mengatakan harus menyeberang Jalan Soekarno-Hatta untuk mencapai titik pemberhentian kendaraan umum.
Namun, karena tidak tersedia JPO di lokasi tersebut, ia terpaksa menyeberang langsung di tengah lalu lintas yang padat.
“Setiap hari harus menyeberang buat naik angkot. Tidak ada JPO, jadi ya harus hati-hati banget. Kalau pagi sama sore kendaraan ramai dan banyak yang melaju cepat,” ungkap Bagus.
Menurutnya, keberadaan JPO bukan hanya memudahkan pejalan kaki, tetapi juga dapat mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu ruas jalan dengan lalu lintas tersibuk di Kota Bandung. Jalur ini menjadi penghubung berbagai kawasan permukiman, pusat perdagangan, hingga kawasan industri sehingga dilalui ribuan kendaraan setiap harinya.
Meski memiliki mobilitas warga yang tinggi, fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki masih sangat terbatas.
Saat ini, hanya terdapat satu JPO di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, namun kondisinya dinilai sudah tidak layak.
Sejumlah bagian terlihat mengalami kerusakan dan kurang terawat sehingga tidak lagi memberikan rasa aman maupun nyaman bagi masyarakat yang hendak menggunakannya.
Warga berharap Pemerintah Kota Bandung bersama pemerintah provinsi maupun instansi yang berwenang segera melakukan evaluasi terhadap kebutuhan fasilitas penyeberangan di Jalan Soekarno-Hatta.
Penambahan JPO di titik-titik strategis dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas di salah satu jalan arteri tersibuk di Kota Bandung.
