ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kebakaran hebat melanda Pesantren Al Falah Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Sabtu (27/6/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini di sebabkan oleh kosleting Listrik. Yang enyebabkan sejumlah bangunan pondok hangus terbakar dan kerugian material.
Salah satu pengurus pesantren, Muthi’ah Habibatul Haq santriat sekaligus bendahara pondok pesantren.
menceritakan detik-detik awal kebakaran saat dirinya baru tiba di area pesantren dari luar.
“Saya datang jam 5 sore habis dari luar. Waktu itu kita belum salat Asar, terus tiba-tiba terdengar kebakaran dari arah pom bensin,” ujarnya. Senin 29/6/2026
Ia menuturkan, api pertama kali terlihat dari arah belakang masjid dan dengan cepat membesar. Situasi panik membuat para santri langsung berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang seadanya.
“Langsung naik ke atas kobong, teman saya masih ada yang tidur. Saya bilang kebakaran, langsung pada bangun,” katanya.
Para santri sempat beberapa kali bolak-balik naik turun kobong untuk mengambil barang sebelum api semakin meluas.
“Kita bolak-balik naik turun sampai empat kali, ambil barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” ujarnya.
Warga sekitar kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pemadam kebakaran. Petugas tiba sekitar pukul 17.30 WIB, namun proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit serta posisi bangunan yang dekat dengan area pom bensin.
“Pemadam datang sekitar setengah enam, tapi susah masuk karena jalan sempit, ada kabel juga, Jadi proses pemadaman api itu di sekitar pom bensin” ungkapnya.
Dalam peristiwa ini, delapan ruangan terdampak, mulai dari kobong santri, kobong guru, madrasah, hingga fasilitas masjid dan toilet. Sekitar 25 orang santri dan pengurus ikut terdampak.
Kerugian material juga tidak sedikit. Uang santri, serta uang milik guru yang disebut mencapai Rp20–30 juta. Sejumlah barang pribadi seperti ijazah, bahkan emas.
“Guru kami ada sampai 20 sampai 30 juta, Dokumen penting seperti ijazah asli dan emas. Enggak ada yang ketolong ” ujarnya.
Selain itu, beberapa laptop milik mahasiswa santri juga ikut terdampak.
“Empat laptop, yang laki-laki, yang perempuan tiga laptop,” katanya.
Meski kerugian cukup besar, seluruh santri berhasil dievakuasi ke lokasi aman di sekolah terdekat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa para santri saat ini sementara dipindahkan ke sekolah untuk melanjutkan aktivitas belajar.
“Para santri dipindahin semuanya ke sekolah sekarang,” tambahnya.
Di tengah puing-puing kebakaran yang melanda Pesantren Al Falah Dago, harapan untuk kembali menjalankan aktivitas belajar dan ibadah menjadi hal yang paling dinantikan para santri.
Mereka berharap proses pemulihan dan pembangunan kembali pesantren dapat segera selesai agar kegiatan seperti biasa bisa kembali dilakukan.
“Harapan ke depannya ini cepat selesai, cepat beres pembangunan ini karena kita pengen belajar lagi seperti biasa, pengen salat lagi seperti biasa. Apalagi yang terdampak itu kobong santriat, kobong santri, madrasah buat ngaji kita sehari-hari, terus kita salat juga di situ. Pokoknya lebih baik lagi, lebih sukses lagi, lebih maju lagi.” Pungkasnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






