KORANMANDALA.COM –Bandara Husein Sastranegara ditargetkan kembali melayani penerbangan komersial menggunakan pesawat jet mulai Agustus 2026.
Menyusul izin operasional yang diterbitkan pemerintah, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports kini mempercepat berbagai persiapan agar bandara di Kota Bandung itu siap beroperasi sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan.
Jika seluruh tahapan peningkatan infrastruktur, kesiapan operasional, serta proses perizinan berjalan sesuai rencana, maskapai akan kembali dapat mengoperasikan pesawat berbadan sempit seperti Boeing 737 dan Airbus A320 dari Bandara Husein Sastranegara.
5 Rekomendasi Tempat Padel di Bandung yang Seru Buat Main Bareng Teman
Reaktivasi penerbangan jet tersebut mengacu pada Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.102/1/8/DRJU.DAU/2026. Melalui surat itu, Bandara Husein Sastranegara kembali diberikan izin untuk melayani penerbangan angkutan udara niaga berjadwal domestik maupun internasional dengan pesawat jet dan baling-baling (propeller).
Tidak hanya penerbangan berjadwal, bandara juga diperbolehkan melayani penerbangan niaga tidak berjadwal serta penerbangan bukan niaga untuk rute domestik maupun internasional. Saat ini, Bandara Husein masih melayani penerbangan domestik menggunakan pesawat propeller pada sejumlah rute di Pulau Jawa.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan pihaknya telah membentuk Operational Readiness Activation and Transition (ORAT) guna memastikan seluruh proses reaktivasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Persiapan yang dilakukan mengacu kepada Surat Dirjen Perhubungan Udara, di mana ditekankan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan harus memenuhi persyaratan agar optimalisasi berjalan baik dan lancar,” ujar Pahlevi.
Menurutnya, InJourney Airports juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan, TNI AU, BP BUMN, Danantara, maskapai penerbangan, operator ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, hingga Lanud Husein Sastranegara. Sinergi tersebut dilakukan agar seluruh aspek operasional telah siap sebelum penerbangan jet kembali dilayani.
Sebagai bagian dari persiapan operasional, kapasitas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) atau PKP-PK ditingkatkan dari kategori 5 menjadi kategori 7 agar memenuhi standar pelayanan pesawat jet. Peningkatan itu didukung penambahan kendaraan pemadam jenis Foam Tender beserta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Di sektor keamanan, InJourney Airports juga menambah personel Aviation Security (Avsec) serta memperkuat sistem pengamanan melalui penambahan handheld metal detector, walkthrough metal detector, kamera CCTV, dan perangkat keamanan lainnya.
Sementara itu, pada sisi udara dilakukan pelapisan ulang (overlay) landas pacu di sejumlah titik untuk memastikan runway memenuhi standar operasional pesawat jet. Optimalisasi juga dilakukan pada taxiway dan apron agar seluruh fasilitas siap mendukung aktivitas penerbangan saat layanan kembali dibuka.
Selain sisi udara, pembenahan juga dilakukan di area terminal domestik dan internasional. InJourney Airports melakukan penataan ruang tunggu penumpang (boarding lounge), memperbarui tampilan interior dan eksterior terminal, serta meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan guna memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa bandara.
“Kami akan menghadirkan Bandara Husein Sastranegara yang semakin baik dalam hal pelayanan, visual interior dan eksterior terminal penumpang, infrastruktur, serta fasilitas, yang tentunya mengedepankan keamanan, keselamatan, pelayanan, dan pemenuhan terhadap seluruh regulasi,” kata Pahlevi.
Dengan berbagai tahapan optimalisasi yang kini tengah berlangsung, Bandara Husein Sastranegara memasuki fase akhir menuju kembalinya layanan penerbangan komersial menggunakan pesawat jet. Apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal, masyarakat diproyeksikan kembali dapat menikmati penerbangan jet dari Kota Bandung mulai Agustus 2026.
